Pelaku UMKM Perintis yang Tak Kenal Menyerah

kompas.id
13 jam lalu
Cover Berita

Dengan berboncengan sepeda motor bersama sang suami, Hafid, Homsyah (35) tiba di tempat penitipan gerobak di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2026) sore. Tak membuang waktu, ia bergegas menarik gerobak itu untuk kemudian mempersiapkan dagangannya.

Gerobak yang dibungkus terpal berwarna hijau itu berisi penuh aneka minuman saset, air mineral, hingga tumpukan gelas plastik. Selain dibungkus terpal, barang dagangan di gerobak juga ditutupi lembaran kardus. ”Biar tikus tidak naik,” ujar Homsyah.

Hal itu ia lakukan sebagai langkah antisipasi. Selain takut dagangannya rusak, ia juga khawatir gerobaknya menjadi kotor. Kebersihan menjadi prioritas utama bagi Homsyah. Setelah suaminya selesai mempersiapkan es, Homsyah mendorong gerobak itu menyusuri gang sempit menuju lokasi tempat ia biasa berjualan.

Homsyah biasa mangkal di beberapa tempat di kawasan Kebon Kacang, Jakarta Pusat. Saat bulan puasa seperti saat ini, titik pertama yang ia tuju adalah tepi jalan di pinggir kali, tepat di seberang pusat perbelanjaan yang ramai.

Setibanya di lokasi, Homsyah mempersiapkan dagangannya. Sekitar 15 menit berlalu, ia masih setia menunggu pelanggan pertamanya. Alih-alih pelanggan, petugas sekuriti dari pusat perbelanjaan justru memintanya menggeser gerobak karena dinilai mengganggu. ”Sudah biasa, Mas,” ujarnya sambil tersenyum.

Pedagang kopi keliling, baik yang menggunakan sepeda maupun gerobak, memang sering bersinggungan dengan petugas keamanan, seperti sekuriti maupun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

​Sudah sekitar 20 tahun Homsyah berdagang kopi keliling di Jakarta. Ia menuturkan bahwa dulu pernah dikejar-kejar petugas Satpol PP di Monas.

”Pagar Monas yang tinggi itu saya panjat, rok dan celana legging sampai robek,” ujarnya sambil tertawa.

Awalnya, Homsyah berdagang kopi keliling dengan menggunakan keranjang sehingga tak banyak barang dagangan yang bisa dibawa. Usahanya kemudian berkembang menggunakan sepeda karena mendapat bantuan dari salah satu produsen kopi, dan kini ia memilih gerobak.

”Habis Rp 3,5 juta untuk bikin gerobak,” ungkapnya. Homsyah bercita-cita suatu hari nanti memiliki tempat jualan yang menetap di lokasi yang ramai.

Menjelang sore, pembeli datang silih berganti. Kebanyakan adalah pengemudi ojek daring yang menunggu penumpang tak jauh dari gerobak kopinya. Pekerja di pusat perbelanjaan sekitar juga banyak yang mampir membeli minuman dingin untuk berbuka puasa.

”Laris, laris,” ujar Homsyah sembari menepuk-nepukkan uang pecahan Rp 10.000 yang baru ia terima dari pembeli ke gerobaknya. Kebiasaan itu menjadi penyemangat Homsyah setiap kali memulai berjualan kopi keliling.

Baca Juga”Kring” Membawa Pelaku UMKM Kopi Naik Kelas

Homsyah memang sama seperti pedagang kopi keliling kebanyakan. Namun, keuletan dan semangatnya untuk menjadi lebih baik ia buktikan dengan mengikuti pelatihan kewirausahaan bertema ”Kring: UMKM Growing & Upscaling”. Program itu diluncurkan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang bekerja sama dengan Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (Inotek) dan PT Sari Coffee Indonesia (Starbucks Indonesia).

Program yang dilaksanakan pada November 2025 tersebut menjadi inisiatif pemberdayaan inklusif bagi pelaku usaha kopi di Jakarta. Program ini diikuti oleh 102 peserta, mulai dari pedagang kopi keliling yang akrab disapa starling (Starbucks keliling) hingga pengelola kafe kopi estetik.

​”Awalnya saya ditawari oleh Pak RW. Saya langsung mau karena urusannya kopi,” ujar ibu tiga anak ini di sela-sela waktunya menunggu pembeli. Homsiyah menuturkan, ”Saat itu pelatihannya hanya sehari, dari pagi hingga sore. Malamnya saya masih bisa berjualan kopi keliling.”

​Selama puluhan tahun, Homsyah terbiasa berjualan kopi dari sore hingga dini hari, bahkan hingga keesokan paginya. ”Kalau bulan puasa begini, saya mulai jualan sekitar pukul 4 sore sampai waktu sahur pukul 3 pagi. Sudah biasa,” tambahnya.

​”Yang penting badan sehat, kita kerja untuk biaya sekolah anak. Walaupun saya tidak tamat SD, anak saya jangan sampai (bernasib seperti saya),” ujar perempuan asli Sampang, Madura, ini. Ia menuturkan bahwa ketiga anaknya saat ini tengah menimba ilmu di pondok pesantren di kampung halamannya.

Baca JugaDenting Kopi Keliling

Yang penting badan sehat, kita kerja untuk biaya sekolah anak. Walaupun saya tidak tamat SD, anak saya jangan sampai (bernasib seperti saya).

Melalui program kewirausahaan yang pernah diikutinya, Homsiyah mengakui mendapat ilmu yang bermanfaat untuk menunjang usahanya. Kebersihan menjadi faktor utama yang ia jaga, walaupun ia hanya berdagang kopi keliling menggunakan gerobak di pinggir jalan.

”Kita berkaca pada diri sendiri saja. Kalau kita saja risih karena kotor, bagaimana dengan pembeli?” ujarnya.

​Prinsip menjaga kebersihan di lokasi berjualan ini pun sungguh-sungguh ia terapkan. Sebisa mungkin, ia tidak meninggalkan sampah seusai berjualan. Selain itu, faktor komunikasi seperti menyapa pelanggan juga selalu ia praktikkan. Hal lain yang tak kalah penting adalah soal pembukuan. Ia memperlihatkan catatan utang pelanggannya yang disimpan di telepon selulernya. Utang-utang itu dicatat lengkap beserta nama dan nomor kontak pelanggan.

​Tak terasa, suara azan lamat-lamat terdengar di antara deru kendaraan bermotor yang lalu lalang. ”Alhamdulillah,” ujarnya pelan sesaat setelah menyeruput seteguk es Nutrisari rasa melon. Ia lalu membuka bungkusan hitam berisi bakwan yang dibawa dari rumah. Sore itu, Homsyah bersama sang suami siap menghadapi malam panjang dengan menjajakan kopi keliling.  

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Tembak Jatuh Drone Hermes Kiriman Amerika-Israel
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ramalan Asmara Zodiak 26 Maret 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Kapolri: Puncak Arus Balik Terjadi Tadi Malam, Total 2 Juta Kendaraan Masuk Jakarta
• 6 jam laludetik.com
thumb
Intip Gaya Menawan Nayeon TWICE untuk VIVAIA Spring Collection 2026
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
Link dan Cara Daftar UTBK SNBT 2026, Resmi Dibuka Hari Ini Mulai Pukul 15.00 WIB
• 6 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.