Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diprediksi masuk zona merah lagi pada perdagangan saham hsti Rabu (25/3). Indeks diprediksi melemah usai libur panjang hari raya Nyepi dan Idulfitri 1447 H.
Pelemahan terjadi di tengah gejolak konflik AS–Iran yang memasuki pekan keempat dan IHSG sudah anjlok hingga 13,46% dalam sebulan terakhir.
Phintraco Sekuritas mengatakan pemerintah RI mengkaji langkah efisiensi anggaran, terutama dengan menekan belanja Kementerian dan Lembaga. Hal itu untuk menjaga disiplin fiskal sekaligus memastikan program prioritas tetap berjalan di tengah kenaikan harga minyak mentah global.
Pemerintah juga mempertimbangkan kebijakan work from home (WFH) satu hari per minggu atau opsi kerja empat hari bagi ASN dan sektor swasta demi menekan konsumsi BBM. Investor kini menunggu kejelasan arah kebijakan yang akan diambil pemerintah.
Di sisi lain, kenaikan harga LNG berpotensi memberikan keuntungan bagi Indonesia sebagai eksportir. Indonesia memasok LNG ke sejumlah negara utama seperti Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.
Phintraco Sekuritas juga menyebut gejolak harga minyak mentah dan gas mendorong bank sentral global bersiaga penuh terhadap potensi kenaikan inflasi. Pada pekan lalu, Federal Reserve, European Central Bank, Bank of England, Bank of Japan, dan Bank of Canada kompak menahan suku bunga di level masing-masing.
Federal Reserve juga masih memproyeksikan satu kali pemangkasan suku bunga sebesar 25 bps pada tahun ini. Namun, investor tidak lagi memasukkan proyeksi tersebut dalam perhitungan karena meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi.
“IHSG diperkirakan berpotensi melemah dan menguji level support di 6.800–7.000,” tulis Phintraco dalam analisisnya, Rabu (25/3).
Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), dan PT Indika Energy Tbk (INDY).
Di samping itu Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai indeks masih berpeluang turun ke rentang 6.745–6.887. “Adapun area penguatan terdekat berikutnya berada di 7.176–7.238,” tulis Herditya dalam risetnya, Rabu (25/3).
Sedangkan MNC Sekuritas menetapkan support IHSG berada di 6.991 dan 6.843. Sementara resistance terdekat berada di 7.156 dan 7.239.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.
Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.
MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dengan akumulasi beli di rentang Rp 665–Rp 690 dengan target harga di Rp 750–Rp 825, sementara level stoploss di bawah Rp 650.
Kemudian PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 272–Rp 286 dengan target harga di Rp 316–Rp 346, serta stoploss di bawah Rp 264.
Sementara itu PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) disarankan untuk speculative buy di level Rp Rp 2.440–2.500 dengan target harga ke Rp 2.790–2.940.




