Bisnis.com, JAKARTA —Bos PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) buka suara terkait dengan rencana dual listing perseroan di bursa efek Hong Kong (Stock Exchange of Hong Kong Limited/HKEX).
Boyke Poerbaya Abidin, Presiden Direktur Merdeka Gold Resources, mengatakan perusahaan telah menyampaikan permohonan pencatatan kepada HKEX. Apabila berjalan lancar, saham Merdeka Gold Resources akan dual listing setelah melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 23 September 2025.
Permohonan pencatatan di Hong Kong yang ditempuh EMAS bertujuan untuk memperluas akses perseroan kepada investor internasional, meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan, serta memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam mengakses pendanaan guna mendukung pertumbuhan perseroan di masa mendatang.
Merdeka Gold Resources menunjuk UBS Securities Hong Kong Limited dan Citic Securities (Hong Kong) Limited sebagai joint sponsor dalam aksi korporasi ini.
“Penyampaian permohonan pencatatan kami di HKEX merupakan langkah penting setelah keberhasilan IPO kami di Bursa Efek Indonesia pada September 2025 dan dimulainya produksi di Pani pada awal tahun ini. Kami tetap fokus untuk meningkatkan operasi secara aman dan memberikan nilai jangka panjang, sekaligus memperluas akses terhadap pasar modal internasional,” paparnya dalam keterangan resmi, Rabu (25/3/2026).
Sehubungan dengan hal tersebut, draf application proof atas dokumen pencatatan yang disamarkan telah dipublikasikan pada situs web Bursa Efek Hong Kong untuk tujuan informasi semata.
Application proof yang disamarkan tersebut merupakan dokumen draf yang disampaikan sebagai bagian dari proses permohonan pencatatan dan dimaksudkan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kegiatan usaha, operasional, informasi keuangan, serta faktor risiko perseroan.
Namun, dokumen pencatatan tersebut belum merupakan dokumen final, masih tunduk pada proses penelaahan dan revisi oleh regulator, serta tidak dapat dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan investasi.
Merdeka Gold Resources saat ini sedang mengembangkan dan mengoperasikan tambang emas Pani yang berlokasi di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Indonesia. Pada 2030, tambang emas Pani diperkirakan akan menempati posisi diantara dua tambang emas primer dengan tingkat produksi tertinggi di Asia.
Proyek tersebut telah mencapai first gold pour pada Februari 2026 dan menyelesaikan penjualan emas pertamanya pada Maret 2026 kepada PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM), berdasarkan perjanjian jual-beli emas domestik selama 2 tahun dengan ANTM.
Pencapaian tersebut menandai dimulainya produksi komersial emas dan merupakan langkah penting dalam kegiatan operasional perseroan.





