Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dibuka merosot 0,50% ke level 7.071 pada perdagangan saham usai libur panjang Lebaran, Rabu (25/3). Saat dibuka, nilai transaksi IHSG tercatat Rp 1,62 triliun dengan volume yang diperdagangkan tercatat 2,70 miliar dan kapitalisasi pasarnya menjadi Rp 12.511 triliun.
Padahal bursa Asia kini seluruhnya berada di zona hijau. Indeks Nikkei di Jepang naik 2,75%, Hang Seng tumbuh 1,02%, Shanghai Composite terangkat 0,92%, dan Straits Times terapresiasi 0,57%.
Berikut pola pembukaan IHSG usai libur lebaran sepanjang 2020–2025:
Sumber: Maybank Sekuritas Indonesia
Anjloknya sahami tengah gejolak konflik AS–Iran yang memasuki pekan keempat dan IHSG sudah anjlok hingga 14,33% dalam sebulan terakhir.
Adapun Phintraco Sekuritas mengatakan pergerakan IHSG juga sejalan langkah pemerintah untuk efisiensi anggaran, terutama dengan menekan belanja Kementerian dan Lembaga. Hal itu untuk menjaga disiplin fiskal sekaligus memastikan program prioritas tetap berjalan di tengah kenaikan harga minyak dunia.
Pemerintah juga mempertimbangkan kebijakan work from home (WFH) satu hari per minggu atau opsi kerja empat hari bagi ASN dan sektor swasta demi menekan konsumsi BBM. Investor kini menunggu kejelasan arah kebijakan yang akan diambil pemerintah.
Di sisi lain, kenaikan harga LNG berpotensi memberikan keuntungan bagi Indonesia sebagai eksportir. Indonesia memasok LNG ke sejumlah negara utama seperti Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.
Phintraco Sekuritas juga menyebut gejolak harga minyak mentah dan gas mendorong bank sentral global bersiaga penuh terhadap potensi kenaikan inflasi. Pada pekan lalu, Federal Reserve, European Central Bank, Bank of England, Bank of Japan, dan Bank of Canada kompak menahan suku bunga di level masing-masing.
Federal Reserve juga masih memproyeksikan satu kali pemangkasan suku bunga sebesar 25 bps pada tahun ini. Namun, investor tidak lagi memasukkan proyeksi tersebut dalam perhitungan karena meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi.
“IHSG diperkirakan berpotensi melemah dan menguji level support di 6.800–7.000,” tulis Phintraco dalam analisisnya, Rabu (25/3).




