Beauties, momen Lebaran sering menjadi titik refleksi dalam hidup. Setelah menjalani Ramadan, menikmati libur panjang, dan berkumpul bersama keluarga, banyak orang mulai mengevaluasi kembali perjalanan kariernya.
Ada yang merasa ingin mencari tantangan baru, berpindah industri, melanjutkan studi, atau bahkan memulai usaha sendiri. Tak sedikit pula yang akhirnya mempertimbangkan resign setelah lebaran sebagai langkah awal menuju perubahan.
Keputusan resign tentu merupakan hak setiap pekerja. Namun, cara melakukannya tidak boleh sembarangan. Dunia profesional sangat menjunjung reputasi, integritas, dan hubungan baik. Karena itu, memahami etika resign dari kantor menjadi hal yang sangat penting.
Dilansir dari Seek Career Advice dan Chandler Macleod, resign yang dilakukan dengan cara profesional justru bisa memperkuat citra diri dan membuka peluang di masa depan. Sebaliknya, resign yang dilakukan secara tergesa-gesa atau emosional dapat meninggalkan kesan negatif. Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan agar proses etika resign berjalan lancar dan tetap elegan? Berikut panduan lengkapnya!





