AAJI: Klaim Asuransi Jiwa di Industri Turun 7,8% pada 2025, tapi Klaim Kesehatan Naik

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat klaim asuransi jiwa menurun 7,8% (year on year/YoY) pada periode Januari—Desember 2025 menjadi Rp146,73 triliun. 

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), pada periode yang sama tahun sebelumnya klaim yang dibayarkan industri asuransi jiwa mencapai Rp159,09 triliun.  

“Klaim asuransi jiwa mengalami penurunan yakni 9,1% dengan total nilai sebesar Rp26,74 triliun,” kata Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan SDM (Center of Excellence) AAJI  Handojo G . Kusuma dalam konferensi pers di Jakarta, beberapa waktu lalu. 

Handojo mengungkap hal tersebut berbanding terbalik dengan total klaim asuransi kesehatan yang dibayarkan industri asuransi jiwa yang meningkat. Secara total, pada periode Januari—Desember 2025, industri asuransi jiwa telah membayarkan klaim kesehatan Rp26,74 triliun, naik 9,1% (YoY) dari sebelumnya Rp24,18 triliun.

Handojo menyebut penurunan total klaim ini disebabkan oleh menurunnya pembayaran untuk nilai tebus (surrender).

Kemudian, klaim surrender atau nilai tebus, lanjut Handojo, turun 19,0% secara tahunan menjadi Rp62,72 triliun. Angka ini menurun dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat sebesar Rp77,43 triliun pada 2024.

Baca Juga

  • Premi Industri Asuransi Jiwa Capai Rp181 Triliun pada 2025, Ini Data Lengkapnya
  • Kreativitas Asuransi demi Tetap Relevan

Sementara itu, total klaim akhir kontrak tercatat mengalami kenaikan 11,1% dari sebelumnya Rp18,30 triliun, menjadi Rp18,53 sepanjang 2025.

Adapun total klaim meninggal dunia meningkat sebesar 3,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi Rp11,76. Sementara itu, total klaim partial withdrawal meningkat 11,1%  menjadi Rp20,24  dari periode sebelumnya.

Secara rinci, porsi terbesar dari klaim asuransi kesehatan ada pada produk individu yang total klaimnya mencapai Rp16,59 triliun, meningkat 6,7% (YoY) dibandingkan Rp15,29 triliun pada periode 2024. Adapun untuk klaim asuransi kesehatan kumpulan tercatat sebesar Rp10,16 triliun dari sebelumnya Rp8,89 triliun sepanjang 2024.

Untuk mendorong peningkatan industri, Handojo mengungkap perlu adanya kolaborasi dengan berbagai masyarakat termasuk OJK, Kamendes, BPJS Kesehatan. 

“Kolaborasi dengan berbagai masyarakat termasuk OJK, Kamendes, BPJS Kesehatan, dan mengoptimalkan penerapan dari OJK Guna-guna menciptakan lingkungan asuransi kesehatan yang berkelanjutan dan bermakna bagi masyarakat kita,” tutupnya. (Putri Astrian Surahman)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kas Vale Turun ke US$376 Juta pada 2025 di Tengah Lonjakan Belanja Investasi
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Penampakan Hiu di Pantai Losari, Tim BPBD Sisir Laut
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Penumpang Kualanamu Naik 29,4% Saat Lebaran 2026, Trafik Penerbangan Ikut Melonjak
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Bandara AS Kacau Usai 40 Hari Shutdown, Trump Kerahkan Agen Imigrasi
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Terminal Tegal Catat 1.289 Pemudik Berangkat, Arus Balik Meningkat Tajam
• 10 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.