Media: Angkatan Laut Inggris siap pimpin koalisi buka Selat Hormuz

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Brussels (ANTARA) - Angkatan Laut Kerajaan Inggris sedang bersiap untuk mengambil peran utama dalam potensi operasi koalisi untuk membuka kembali Selat Hormuz, menurut laporan The Times pada Selasa (24/3).

Laporan tersebut menyebutkan bahwa pejabat pertahanan Inggris sedang mempertimbangkan rencana untuk mengerahkan kapal Angkatan Laut atau kapal komersial sewaan untuk berfungsi sebagai "kapal induk" untuk sistem otonom tanpa awak yang dirancang untuk mendeteksi dan menetralisir ranjau laut di jalur perairan strategis tersebut.

Inisiatif itu akan menjadi bagian dari upaya multinasional yang lebih luas yang melibatkan sekutu, termasuk AS dan Prancis, untuk memastikan jalur aman bagi pelayaran komersial melalui selat tersebut, salah satu jalur transit terpenting di dunia.

Para pejabat yang dikutip oleh The Times mengatakan operasi tersebut dapat berlangsung dalam beberapa fase.

Tahap awal akan fokus pada perburuan ranjau menggunakan sistem otonom canggih yang diluncurkan dari kapal induk.

Fase kedua dapat melibatkan pengerahan kapal permukaan tanpa awak bersama dengan kapal perusak Tipe 45 Angkatan Laut, atau hanya kapal perusak, untuk melindungi kapal tanker yang melintasi area tersebut.

"Kami memiliki kemampuan terdepan di dunia dalam hal perburuan ranjau otonom, serta kemampuan kapal perusak yang fantastis dengan Tipe 45 kami, dan juga pengembangan konsep angkatan laut hibrida, yang memberi kami peluang untuk menghindari membahayakan orang demi mengamankan selat," kata seorang pejabat.

Para pejabat pertahanan Inggris itu percaya bahwa ranjau laut telah ditanam di selat tersebut, meski masih ada "jalur yang jelas" karena kapal-kapal India, Pakistan, dan China terus melintasi jalur air tersebut.

Eskalasi regional di Timur Tengah terus berlanjut sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal berulang kali yang menargetkan Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Selat Hormuz juga telah secara efektif terhambat sejak awal Maret. Sekitar 20 juta barel minyak biasanya melewati selat tersebut setiap hari, dan gangguan itu telah meningkatkan biaya pengiriman dan mendorong harga minyak global lebih tinggi.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Iran: Selat Hormuz boleh dilintasi, kecuali buat kapal AS-Israel

Baca juga: Jepang janji tempuh semua upaya diplomatik di Selat Hormuz

Baca juga: AS katakan PM Jepang siap kerahkan angkatan laut ke Hormuz


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Analog Devices Perkuat Ketahanan Manufaktur Global dengan Fasilitas Baru di Thailand
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Kecelakaan ELF Satu Keluarga di Majalengka Diduga Sopir Mengantuk
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Tips WFA di Kampung Halaman agar Tetap Produkti
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Pengusaha Diminta Patuhi Pembatasan Sumbu Tiga pada Arus Balik Lebaran 2026
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Arab Saudi Desak Iran Hentikan Eskalasi Konflik,136 Negara Dukung Resolusi
• 17 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.