MAKASSAR, FAJAR – FIFA Series 2026 akan menjadi ujian pertama bagi pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Ajang ini akan menjadi tolok ukur kemampuannya dalam memimpin Tim Garuda.
Pada ajang ini, Herdman akan memimpin Maarten Paes dan kolega untuk menghadapi Kitts and Nevis pada jumat, 27 Maret 2026. Jika menang, Indonesia akan berebut peringkat satu, namun jika kalah maka akan berebut peringkat tiga melawan Bulgaria atau Kepulauan Solomon.
Banyak pihak yang menggantungkan nasib timnas Indonesia kepada John Herdman. Mereka meyakini, juru taktik berpaspor Inggris itu dinilai mampu membawa perubahan lebih baik untuk Tim Garuda.
Asisten Pelatih PSM Makassar Ahmad Amiruddin juga turut menyampaikan hal itu. Ajang ini akan menjadi ujian berat bagi Herdman. Pelatih 50 tahun itu belum punya banyak pengalaman bersama skuad timnas Indonesia.
“Tentu saja ini ujian yang tidak mudah pastinya. Karena pelatih juga belum punya banyak waktu untuk lebih mengenal karakteristik individu para pemain,” ujarnya kepada FAJAR, Selasa, 24 Maret 2026.
Namun begitu, dia berharap para pemain bisa segera beradaptasi dengan skema permainan Herdman. Sebagai pemain profesional, mereka seharusnya bisa memahami setiap taktik yang diinginkan oleh pelatih.
“Saya berharap para pemain segera beradaptasi dengan game model yang akan coach John Herdman bangun di timnas. Meskipun mungkin belum banyak waktu kebersamaan, semoga cepat beradaptasi,” lanjut eks bomber Timnas Indonesia itu.
Bersama John Herdman, dia melihat masa depan yang baik untuk Tim Garuda. Amir meyakini pengalaman John Herdman bisa membawa perubahan yang lebih baik.
“Ke depannya peluang timnas pasti akan jauh lebih baik. Ini karena experience coach John Herdman dalam dunia sepak bola, tentu akan membuat timnas makin meningkat, tapi itu semua butuh waktu dan proses,” ungkapnya.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir sendiri memastikan atmosfer besar akan menyelimuti SUGBK saat Timnas Indonesia membuka FIFA Series sebagai tuan rumah. Baginya, turnamen ini bukan sekadar uji coba internasional, namun momentum penting bagi timnas untuk memulai era baru bersama John Herdman, sekaligus memberi panggung bagi publik sepak bola untuk melihat wajah baru permainan Garuda.
“Kami ingin FIFA Series di GBK menjadi momentum positif. Bukan hanya bagi Timnas, tetapi juga bagi sepak bola Indonesia untuk menunjukkan bahwa kita mampu menjadi tuan rumah pertandingan internasional dengan atmosfer yang luar biasa. Kesiapan lapangan dan fasilitas lainnya sudah dipersiapkan sebaik mungkin,” ucapnya.
Laga melawan Saint Kitts and Nevis nanti akan menjadi laga perdana bagi John Herdman. Menurutnya, nama Herdman tidak sembarangan di kancah sepak bola internasional.
Pelatih asal Inggris itu telah dikenal sebagai arsitek yang membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022. Itu juga menjadi catatan baik baginya, sebab mampu mengakhiri penantian panjang panjang Kanada di panggung Piala Dunia selama 36 tahun.
“Coach Herdman punya rekam jejak yang jelas. Dia membangun Kanada dari tim yang tidak diperhitungkan hingga tampil di Piala Dunia. Kami berharap pengalaman itu bisa membawa energi baru bagi Timnas Indonesia,” kata Erick.
Pertandingan ini juga memiliki cerita menarik tersendiri. Duel Indonesia melawan Saint Kitts and Nevis berpotensi terasa seperti reuni Liga Inggris di Stadion GBK.
Beberapa pemain dari kedua tim saat ini, setidaknya pernah, berkarier di kompetisi Inggris. Di kubu Indonesia, terdapat nama-nama seperti Elkan Baggott, Justin Hubner, dan Nathan Tjoe-A-On.
Sementara dari tim Saint Kitts and Nevis, ada pemain yang juga berkarier di Inggris, misalnya Jordan Bowery dan Tyrese Shade.
Potensi duel antar pemain yang sama-sama berpengalaman di sepak bola Inggris ini membuat pertandingan pembuka FIFA Series semakin menarik. Termasuk, kembalinya Elkan Baggott ke skuad Garuda setelah terakhir kali membela timnas pada Mei 2024.
Bek jangkung yang bermain di Inggris itu akan menjadi pilar penting di lini pertahanan Indonesia, terutama menghadapi permainan fisik Saint Kitts and Nevis. Erick menilai kembalinya Baggott menjadi tambahan kekuatan bagi skuad Garuda yang kini semakin kompetitif.
Pada FIFA Series kali ini, timnas Indonesia juga datang dengan komposisi skuad yang menarik. Dari 24 pemain dipanggil yang terdiri dari 14 pemain abroad dan yang berkarier di luar negeri, serta 10 pemain dari liga domestik.
Perpaduan ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara pengalaman internasional dan karakter permainan lokal.
“Kita sekarang punya banyak pemain yang bermain di luar negeri, tapi liga domestik juga tetap menjadi fondasi penting. Kombinasi ini yang ingin kita bangun agar Timnas semakin kuat,” teganya.
Erick berharap FIFA Series bukan hanya menghadirkan pertandingan berkualitas, tetapi juga menjadi panggung untuk melihat identitas baru Timnas di bawah asuhan John Herdman.
“Kami ingin masyarakat datang ke stadion, mendukung Timnas, dan saksikan ajang FIFA Series perdana ini. Semoga ini menjadi langkah awal yang positif bagi perjalanan Timnas Indonesia ke depan,” tutupnya. (wid/zuk)





