6.000 Pemudik di Kupang Gunakan Kapal Pelni

kompas.id
11 jam lalu
Cover Berita

KUPANG, KOMPAS - Lebih kurang 6.000 orang di Kupang, Nusa Tenggara Timur, menggunakan kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) selama musim mudik Idul Fitri 2026. Selain ongkos perjalanan terjangkau, pembenahan pelayanan di dalam kapal menjadi alasan mereka lebih nyaman menggunakan jasa angkutan tersebut.

Pantauan Kompas di Pelabuhan Tenau Kupang pada Rabu (25/3/2026) pagi, KM Tidar sedang berlabuh dan segera diberangkatkan. Kapal milik Pelni itu baru saja menurunkan 2.060 penumpang dan  akan memberangkatkan sekitar 1.600 orang dari pelabuhan paling ramai di NTT.

"Kebanyakan penumpang yang tiba dan berangkat ini adalah pemudik," kata Teguh Hari Setiadi, Kepala Kantor Cabang PT Pelni di Kupang. Bersama tim gabungan, Teguh ikut mengatur pergerakan pemudik dari dan ke atas kapal.

Menurut dia, tempat tidur yang tersedia di KM Tidar sebanyak 1.900. Lantaran permintaan tinggi, Pelni membuka kuota tambahan sebanyak 35 persen. Hal ini demi membantu pemudik. Mereka yang ingin mudik dengan kapal Pelni terangkut semua.

Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, petugas gabungan melakukan pemeriksaan sebanyak tiga kali. Pemeriksaan boarding pass dimulai dari pintu masuk terminal, koridor menuju dermaga, hingga tangga naik ke kapal.

Selama periode mudik, lanjut Teguh, petugas mengamankan beberapa orang yang tiketnya tidak sesuai dengan identitas. Diduga tiket diperoleh dari calo yang beroperasi di sekitar pelabuhan dan area kantor cabang Pelni di Kupang.

Calon penumpang dimaksud langsung diarahkan untuk membeli tiket baru. "Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami. Kami sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan dari TNI dan Polri agar hal semacam ini tidak terulang lagi di masa mendatang," kata Teguh.

Nadia Kadir (30) pemudik yang menggunakan KM Tidar mengaku senang dengan pelayanan di kapal. Ia mudik enam hari sebelum Lebaran. "Ada makan sahur dan berbuka. Kapal juga bersih," ucapnya. Ia berlayar dengan kapal itu dari Kupang ke Larantuka sekitar 12 jam.

Selain itu, harga tiket KM Tidar juga terjangkau. Penumpang kelas ekonomi membayar tiket sebesar Rp 152.500. Jika menggunakan pesawat dari Kupang ke Larantuka, harga paling murah Rp Rp 1,1 juta. Nadia mudik dan balik menggunakan kapal.

Sebagaimana siaran pers Humas Pelni, dikatakan, Pelni mencatat kinerja positif selama periode arus mudik Lebaran 1447 H. Selama keberangkatan 6 hingga 22 Maret 2026 telah melayani total 316.602 penumpang. Angka ini mencapai 100,5 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Sekretaris Perusahaan Pelni Ditto Pappilanda menyampaikan, puncak arus mudik telah terjadi pada 18 Maret 2026 atau H-3 Lebaran dengan realisasi sebanyak 31.255 penumpang. 

Pelabuhan keberangkatan terpadat tercatat di Balikpapan, sementara pelabuhan kedatangan terpadat berada di Surabaya. Untuk ruas pelayaran, rute Batam–Belawan menjadi salah satu yang paling diminati oleh para pemudik.

Pada periode arus balik Lebaran dengan keberangkatan 23 Maret hingga 6 April 2026, Pelni telah menyiapkan langkah antisipatif untuk menghadirkan Mudik Nyaman Bersama. Upaya tersebut antara lain penguatan koordinasi dengan stakeholder, penambahan personel pelayanan dan tenaga pengamanan, serta memastikan kelaiklautan armada guna menjaga kelancaran perjalanan penumpang.

“Per tanggal 23 Maret 2026, total penjualan tiket untuk periode arus balik telah mencapai 171.438 tiket. Puncak arus balik kami prediksi akan terjadi pada 2 April 2026 dengan proyeksi sebanyak 27.009 penumpang,” kata Ditto. 

Baca JugaSiklon Tropis Narelle di Selatan NTT, BMKG Sebut Tak Seperti Seroja 
Gelombang tinggi 

Sementara itu, Siklon Tropis Narelle yang kini berada di utara Australia terus bergerak ke barat dan sebentar lagi memasuki Samudera Hindia, tepatnya di sisi selatan Pulau Sumba, NTT. Siklon menyebabkan gelombang tinggi sehingga berpotensi mengganggu pelayaran.

Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Sti Nenot'ek pada Selasa (24/3/2025) memastikan, dampak Siklon Tropis Narelle tidak akan separah Siklon Tropis Seroja. "Wilayah NTT mengalami dampak tidak langsung," ucapnya.

Dampak tidak langsung dimaksud Sti seperti hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat, angin kencang, serta petir dalam durasi tidak lama. Ini tidak seperti Siklon Tropis Seroja yang memporak-porandakan hampir seluruh wilayah NTT pada April 2021.

Kala itu, 181 orang meninggal dan 49.512 jiwa lainnya terdampak. Selain itu, 47 orang masih dinyatakan hilang. Sebanyak 250 orang luka-luka. Rumah rusak berat 17.124 unit, rusak sedang 13.652 unit, dan rusak ringan 35.733 unit.

Kemungkinan hari ini atau besok akan kembali menjadi Siklon Tropis Narelle saat memasuki wilayah Samudera Hindia.

Sti memaparkan, Siklon Tropis Narelle sudah tumbuh sejak 17 Maret 2026 di bagian timur laut Benua Australia atau selatan Merauke. Saat ini posisinya berada di daratan Australia sehingga disebut ex-Siklon Tropis Narelle.

"Kemungkinan hari ini atau besok akan kembali menjadi Siklon Tropis Narelle saat memasuki wilayah Samudera Hindia. Siklon Tropis Narelle ini berbeda dengan Siklon Tropis Seroja. Posisinya sangat jauh dari wilayah NTT, ribuan kilometer dari Kota Kupang," kata Sti.

Dengan begitu, wilayah NTT hanya mengalami dampak tidak langsung seperti hujan sedang-lebat,  angin kencang, dan gelombang tinggi. Kondisi cuaca ini diperkirakan masih berlangsung dua sampai tiga hari ke depan. Cuaca kembali normal seiring dengan posisi Siklon Tropis Narelle yang akan semakin jauh dari wilayah NTT.

Baca JugaKapolri Instruksikan Mitigasi Cuaca Ekstrem di Penyeberangan Saat Puncak Arus Balik

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cek Varian Toyota Alphard Paling Murah, Dapat Apa Saja?
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Wacana WFH, Mendagri pastikan layanan esensial akan tetap berjalan
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Puncak Arus Balik di Tol Purbaleunyi Diprediksi Malam Ini
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Satgas PRR Prioritaskan Normalisasi Sungai di Sumatera Terdampak Bencana
• 2 jam laludetik.com
thumb
Efektivitas WFA dan Diskon Tol Tekan Kepadatan Arus Balik Lebaran 2026
• 1 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.