JAKARTA, KOMPAS.com - Jalan rusak di persimpangan lampu merah Cengkareng, Jakarta Barat, akhirnya diperbaiki Dinas Bina Marga DKI Jakarta.
Pantauan Kompas.com di lokasi, Rabu (25/3/2026), lubang di area yang menghubungkan Jalan Lingkar Luar Jakarta dengan Jalan Daan Mogot itu kini sudah ditutup aspal.
Kendaraan roda empat maupun roda dua pun kini bisa melintas dengan mulus tanpa perlu mengerem mendadak atau manuver zig-zag demi menghindari lubang jalan.
"Sudah ditindaklanjuti dengan perbaikan semalam, sekitar pukul 22.45 WIB," kata Kapusdatin Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinar Wenny saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu.
Baca juga: Pengamat: Penyelenggara Jalan Bisa Dipidana jika Lalai Perbaiki Jalan Rusak
Saat perbaikan berlangsung, sebagian jalan sempat ditutup sementara. Namun kini jalanan itu sudah dapat dilalui.
Syafri (41), salah satu pengemudi ojek pangkalan di sekitar lokasi senang jalan tersebut diperbaiki usai viral di media sosial.
"Ya alhamdulillah cepatlah responnya, walaupun viral dulu, tapi mungkin kalau enggak viral juga enggak ketahuan, cepet sih semalam prosesnya juga," kata Syafri kepada Kompas.com.
Syafri berharap pemerintah rutin patroli jalan rusak dan cekatan melakukan perbaikan demi keamanan dan kenyamanan pengendara.
Apalagi, musim hujan kerap mengakibatkan banjir yang berujung pada kerusakan jalan.
"Kan macam-macam kayak polisi, Satpol PP, segala macam itu kan patroli setiap hari, pasti taulah di mana yang jalan rusak, harusnya bisa langsung kasih informasi biar enggak perlu nunggu viral dulu," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, persimpangan antara Jalan Lingkar Luar Dalam dengan Jalan Raya Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, rusak parah.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi pada Selasa (24/3/2026) sore, terlihat sekitar enam lubang di jalan tersebut.
Baca juga: Ganjil Genap Sudah Berlaku Hari Ini, Jalan Mana Saja yang Masuk Aturan?
Bahkan, akibat aspal terkelupas, pelat besi sambungan jalan sampai mencuat ke permukaan.
Pada lubang-lubang yang menganga tersebut, material kerikil serta struktur kawat beton tampak berserakan, bercampur genangan air.
Pengendara yang melintas pun terpaksa memperlambat laju untuk menghindari benturan dengan area lubang.
Syafri (41) salah satu ojek pangkalan di dekat Halte Rawa Buaya menyebut kondisi itu terjadi sejak dua pekan lalu.
"Udah dari pas pertengahan puasa kemarin kalau enggak salah itu pas habis banjir, padahal sebelumnya mah aman, bagus itu jalanan," ucap Syafri kepada Kompas.com di lokasi, Selasa.
Ia menduga, jalan rusak akibat terkikis curah hujan tinggi sekaligus banyaknya kendaraan muatan besar yang melintas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




