Bisnis.com, JAKARTA —Emiten migas Grup Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) melanjutkan upaya meningkatkan volume produksi melalui aktivitas pengeboran sumur eksplorasi oleh anak-anak usahanya.
Direktur Utama Energi Mega Persada Syailendra S. Bakrie dan Wakil Direktur Utama ENRG Edoardus Ardianto menyampaikan bahwa perseroan melalui anak usahanya, PT EMP Tunas Energi, telah mendapatkan temuan minyak baru.
Temuan itu berasal dari sumur eksplorasi Cenako-1 Twin, yang merupakan bagian dari blok South CPP di Riau, Sumatra. Pengeboran sumur eksplorasi tersebut dilakukan hingga mencapai kedalaman 2.475 kaki (754 meter).
Berdasarkan data well testing dan subsurface awal pada 17 Maret 2026, struktur Cenako diperkirakan memiliki kandungan minyak di tempat (original oil in place) sekitar 15,6 juta barel.
Manajemen ENRG menyampaikan perseroan akan melanjutkan kegiatan eksplorasi dan pengeboran lanjutan guna mengonversi temuan ini menjadi cadangan yang siap dikembangkan secara komersial.
“Kami berencana untuk melakukan akuisisi data seismik dan pengeboran di tiga sumur tambahan dengan potensi total produksi sebesar 500 barel minyak per hari,” paparnya dalam keterbukaan informasi, Rabu (25/3/2026).
Ke depan, ENRG akan berusaha untuk mempercepat konversi atas temuan tersebut menjadi produksi komersial untuk menambah nilai bagi seluruh pemangku kepentingan perseroan.
“Penemuan ini merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam mendukung peningkatan cadangan hidrokarbon nasional serta memperkuat ketahanan energi Indonesia,” imbuhnya.
Reaktivasi Lapangan BentuENRG juga menyampaikan bahwa anak usahanya, EMP Bentu Limited, telah melakukan pengaktifan kembali lapangan Bentu khususnya di sumur Bentu-2. Reaktivasi itu dilaksanakan melalui serangkaian pekerjaan pembangunan pipa produksi dan perawatan sumur (workover) yang cukup intensif.
Sebelumnya, sumur Bentu-2 merupakan sumur idle yang belum pernah diproduksikan. Namun, dengan menyelesaikan pekerjaan pembangunan pipa produksi pada Desember 2025, dilanjutkan dengan pekerjaan workover pada Februari sampai dengan pertengahan Maret 2026, ENRG kemudian telah berhasil mengaktifkan kembali dan memproduksikan gas dari sumur tersebut.
Menurut Syailendra dan Edoardus, investasi yang dikeluarkan untuk mendukung penemuan gas ini tetap berada di bawah anggaran, mencerminkan efisiensi ENRG dalam pelaksanaannya.
Hasil pengujian aliran gas menunjukkan bahwa sumur Bentu-2 dapat memproduksikan gas sebesar 5 juta kaki kubik per hari dengan perkiraan total produksi dari lapangan Bentu nantinya mencapai 15 juta kaki kubik per hari. Pencapaian ini disebut mencerminkan upaya ENRG untuk tetap berkontribusi dalam peningkatan produksi nasional.





