REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran pada Rabu (25/3/2026) mengajak negara di kawasan Timur Tengah untuk membentuk "aliansi keamanan dan militer" yang secara eksplisit mendepak Amerika Serikat (AS) dan Israel. Iran menegaskan Timur Tengah tidak memerlukan negara-negara yang jauh jaraknya dalam upaya memastikan keamanan kawasan.
"Saatnya telah tiba untuk membentuk sebuah aliansi keamanan tanpa kehadiran AS dan Israel," kata juru bicara Khatam al-Anbiya Ebrahim Zolfaghari, dalam sebuah pesan video kepada negara Arab dan Islam, dikutip Anadolu.
Baca Juga
IRGC Siap Sambut Invasi Darat Pasukan AS
Iran Ancam Serang IDF di Gaza, IRGC: Palestina, Kalian tidak Sendirian
Iran Mulai Terapkan Tarif Tol 2 Juta Dolar AS Per Kapal Tanker, Bisa Kaya Raya dari Selat Hormuz
Zolfaghari menggambarkan agresi AS-Israel terhadap Iran sebagai sebuah "fase baru" dan mengatakan bahwa Iran di garis depan mempertahankan bangsa Islam. Dia juga menegaskan diperlukannya sikap untuk tidak bergantung pada kekuatan eksternal dan kembali ke ajaran Al Quran.
"Kita haru bersatu untuk menjamin keamanan dan melangkang maju ke arah sebuah perjanjian keamanan kolektif berdasarkan Islam dan Al Quran sebagai referensi, inti, dan dasar yang solid," ujarnya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)