Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat mulai menyiapkan kebijakan Work From Home (WFH) sebagai tindak lanjut arahan pemerintah pusat untuk efisiensi energi, terutama penggunaan BBM impor.
“Pemerintah Kota Bogor merespons arahan dari pemerintah pusat terkait dengan WFH, dalam rangka kita melaksanakan efisiensi terutama di sumber energi yang masih bergantung kepada BBM impor.” kata Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, dikutip dari tayangan Headline News, Metro TV, Rabu, 25 Maret 2026.
Baca juga: Waspada PHK, Kebijakan WFH Sektor Swasta Harus Ada Insentif
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, usai Rakor pembahasan WFH dan WFA di Balai Kota Bogor, Selasa siang mengatakan Pemkot Bogor akan menyesuaikan kebijakan ini dengan aturan yang berlaku melalui revisi surat edaran. Dedie menjelaskan konsep yang sedang disiapkan adalah WFH penuh satu hari dalam seminggu.
“Kami akan coba lakukan pemetaan segera ya, terutama OPD mana yang nantinya akan diprioritaskan untuk bisa melaksanakan WFH.” ucapnya.
Namun penerapannya masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat. Kebijakan pusat itu direncanakan mulai berlaku pada 1 April 2026. Dedie menambahkan kebijakan WFH juga diharapkan bisa menekan penggunaan listrik, air, dan kendaraan dinas di lingkungan Pemkot Bogor.



