Moms, pernah merasa si kecil mudah sekali terdistraksi? Baru beberapa menit melakukan sesuatu, perhatiannya sudah beralih ke hal lain. Kondisi ini sebenarnya umum terjadi, terutama pada anak yang masih dalam tahap tumbuh kembang.
Dikutip dari National Institutes of Health (PMC), kemampuan fokus memang belum matang sepenuhnya di usia anak-anak, umumnya pada usia pre-school (0-8 tahun). Padahal, kemampuan ini penting untuk mendukung proses belajar, mengatur emosi, hingga menyelesaikan tugas sehari-hari.
Kabar baiknya, fokus anak bisa dilatih secara bertahap lewat aktivitas sederhana yang menyenangkan di rumah.
Times of India melansir, Dr. Anita Madan menyebutkan bahwa stimulasi melalui permainan dapat membantu mendukung perkembangan konsentrasi, kontrol diri, dan kemampuan kognitif anak.
9 Aktivitas untuk Membantu Fokus AnakBerikut beberapa kegiatan yang bisa Moms coba:
1. Bercerita
Ajak anak bercerita atau membaca bersama. Aktivitas ini membantu anak belajar menyimak dan mengikuti alur, sehingga melatih fokusnya.
2. Menyusun Puzzle
Puzzle membantu anak belajar berkonsentrasi, berpikir logis, dan menyelesaikan masalah secara bertahap.
3. Game Instruksi
Permainan seperti tepuk tangan berirama. Permainan ini meminta anak untuk bertepuk tangan pada angka-angka tertentu, misalnya setelah menyebut 1, 2 kemudian angka 3 tidak disebut tapi diganti jadi tepukan. Permainan ini melatih anak mengikuti arahan, meningkatkan perhatian, serta membantu kontrol diri.
4. Mewarnai atau Melukis
Kegiatan ini membuat anak lebih tenang dan terlibat, sekaligus melatih fokus dan kreativitas.
5. Berburu Benda di Alam
Ajak anak mencari benda di sekitar, seperti daun, bunga, atau warna tertentu. Aktivitas ini melatih observasi dan menjaga perhatian tetap terarah.
6. Freeze Dance
Saat musik berhenti, anak harus ikut berhenti. Permainan ini seru sekaligus membantu melatih kontrol impuls dan konsentrasi.
7. Menyortir Benda
Mengelompokkan benda berdasarkan warna, bentuk, atau ukuran dapat membantu melatih ketelitian dan fokus anak.
8. Main Peran (Pretend Play)
Bermain peran membuat anak lebih terlibat dalam aktivitas, sekaligus melatih imajinasi dan kemampuan fokus.
9. Olahraga
Aktivitas fisik membantu tubuh lebih segar dan mendukung kesiapan anak untuk fokus saat beraktivitas.
Dengan rutinitas yang konsisten dan suasana yang menyenangkan, kemampuan fokus anak bisa berkembang seiring waktu.
Jadi, tidak perlu terburu-buru ya, Moms. Nikmati saja prosesnya, karena setiap anak punya ritme belajar yang berbeda.





