Di Desa Gunungleutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, setiap hari Irmania semangat mengolah dan menjajakan ulen ketan putih. Tangannya tampak sudah terampil menguleni ketan putih yang masih panas hingga menjadi camilan nikmat, kemudian berjalan keliling desa menawarkan dagangan dari pintu ke pintu.
Bagi orang lain, rutinitas ini mungkin terlihat biasa. Namun bagi perempuan yang akrab disapa Irma ini, kegiatan ini memiliki tantangan tersendiri akibat keterbatasan tak terlihat yang dideritanya sejak lama: gangguan pada indera pendengaran dan penglihatannya yang semakin menurun.
Meski tantangan fisik mengiringi setiap langkah usahanya, Irma tidak pernah merasa ingin menyerah. Hal ini justru membuat tekadnya semakin bulat untuk bisa berdaya dan mandiri.
Apalagi sejak bergabung dengan PNM Mekaar pada 2019, Irma mendapatkan dukungan yang sangat dibutuhkan untuk mengelola usaha rumahannya. Setelah mendapat program pembiayaan dan pemberdayaan dari PNM, usaha ulen ketan putih yang dijalankannya kini juga mulai berjalan stabil. Irma juga semakin percaya diri menjalankan usahanya, bahkan bisa menggandeng teman-teman disabilitas agar berkembang.
Ya, Irma tidak ingin berkembang sendiri. Ia melihat banyak teman disabilitas di desanya yang kesulitan mengakses modal, bahkan merasa tidak percaya diri untuk memulai usaha.
Melihat kondisi itu, Irma merasa terpanggil untuk memberikan pendampingan. Ia mengajak teman-teman sesama disabilitas untuk berkembang bersama dengan ikut serta dalam proses produksi hingga penjualan.
Harapan mulia Irma sangat sederhana namun mendalam, ia ingin dirinya dan teman-teman disabilitas bisa lebih percaya diri dan berkembang secara mandiri. Yuk, simak kisah Irmania, salah satu nasabah PNM inspiratif yang tak hanya berhasil menciptakan peluang ekonomi untuk diri sendiri, tetapi juga bagi teman-teman disabilitasnya.





