Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah membatalkan rencana pembelajaran online atau dalam jaringan (daring). Wacana ini sempat mengemuka sebagai upaya menghemat energi di tengah kriris global yang terjadi saat ini.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, setelah melakukan koordinasi dengan Menteri Dikdasmen dan Menag, akhirnya bersepakat proses pembelajaran tetap berjalan seperti biasa.
Advertisement
"Bahwa di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss. Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa," kata Menko PMK saat memberiakn arahan internal kepada kedeputian kesehatan dan kedeputian pendidikan Kemenko PMK pada tanggal 23 Maret 2026.
Diakuinya, sempat ada diskusi tentang kemungkinan penerapan metode hybrid yang mengkombinasikan luring dan daring dalam kegiatan belajar mengajar. Tetapi mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, maka dilakukan pembicaraan lintas kementerian. Keputusannya, pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini.
“Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag dan Kemendiktisainstek. Ini prioritas. Ini utama,” ujarnya.




