Bisnis.com, JAKARTA — PT Autopedia Sukses Lestari Tbk. (ASLC) membukukan pendapatan Rp1 triliun sepanjang 2025 tumbuh 14,5% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya
Presiden Direktur ASLC Jany Candra mengatakan tak hanya dari sisi pendapatan, kinerja keuangan perseroan juga tercermin dari laba bersih yang mencapai Rp45 miliar pada tahun buku 2025.
Jany menyebut capaian tersebut mengindikasikan kuatnya prospek bisnis kendaraan bekas di tengah dinamika ekonomi. Pertumbuhan tersebut, lanjutnya, merupakan hasil dari strategi agresif perusahaan dalam memperkuat ekosistem bisnis mobil bekas yang terintegrasi.
“Pertumbuhan positif ini merupakan hasil dari strategi agresif ASLC memperkuat ekosistem pelaku usaha mobil bekas, kesadaran merek, dan keunggulan operasional,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip, Rabu (25/3/2026).
Kontributor terbesar pendapatan ASLC datang dari lini bisnis ritel melalui Caroline.id. Platform jual beli mobil bekas berbasis online to offline ini mencatatkan penjualan sebesar Rp730,5 miliar sepanjang 2025.
Dari sisi volume, Caroline.id berhasil menjual hampir 4.500 unit mobil bekas, melonjak 24,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transaksi mobil bekas yang aman dan transparan.
Di segmen lelang, JBA Indonesia tetap menjadi pemain dominan dengan penjualan lebih dari 124.000 unit kendaraan sepanjang 2025. Unit bisnis ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp272,5 miliar.
Sementara itu, lini bisnis pembiayaan melalui MotoGadai yang masih dalam tahap awal pertumbuhan justru mencatatkan lonjakan signifikan. Pendapatan MotoGadai mencapai Rp5,4 miliar atau tumbuh 72% secara tahunan.
Seiring dengan kinerja positif tersebut, ASLC semakin agresif memperkuat ekosistem mobil bekas terintegrasi. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pembukaan cabang MotoHub di Serpong.
Fasilitas ini memungkinkan pelanggan untuk langsung mengecek unit kendaraan sekaligus mengakses layanan pembiayaan di lokasi yang sama.
“Ini menjadi langkah strategis untuk mendekatkan MotoGadai dengan dealer rekanan dan pelaku usaha mobil bekas lainnya,” jelas Jany.
Bagi pelaku usaha, kehadiran MotoHub membuka saluran distribusi baru sekaligus memperluas jangkauan pasar. Sementara bagi konsumen, proses transaksi menjadi lebih cepat dan efisien karena seluruh kebutuhan tersedia dalam satu ekosistem.
Memasuki 2026, ASLC tetap optimistis terhadap prospek bisnis mobil bekas, meskipun dihadapkan pada ketidakpastian global, termasuk tensi geopolitik di Timur Tengah. Menurut manajemen, mobil bekas masih menjadi pilihan rasional bagi masyarakat di tengah daya beli yang lebih selektif.
“Mobil bekas selalu menjadi alternatif rasional di tengah daya beli yang selektif,” terangnya.





