Ini Dia Jurusan Kuliah yang Paling Dibutuhkan 5 Tahun ke Depan

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Memilih jurusan kuliah sekarang tidak bisa lagi sekadar ikut tren atau saran teman. Bagi orang tua, keputusan ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan anak. Pertanyaannya sederhana tapi penting jurusan apa yang paling dibutuhkan dalam lima tahun ke depan?

Di tengah percepatan transformasi digital, jawabannya mulai terlihat semakin jelas. Dunia kerja berubah jauh lebih cepat dibanding kurikulum pendidikan tradisional. Jika tidak jeli memilih jurusan, bukan tidak mungkin lulusan baru justru kesulitan bersaing bahkan sebelum benar-benar memulai kariernya.

Transformasi Digital Mengubah Peta Karier

Indonesia saat ini sedang mengalami pertumbuhan ekonomi digital yang sangat pesat. Laporan e-Conomy SEA dari Google, Temasek, dan Bain & Company menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia diproyeksikan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dalam beberapa tahun ke depan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Sektor seperti financial technology (fintech), digital banking, e-commerce, hingga artificial intelligence (AI) menjadi motor utama pertumbuhan tersebut. Kondisi ini membuat kebutuhan tenaga kerja juga ikut berubah.

Perusahaan kini tidak hanya mencari lulusan manajemen atau akuntansi konvensional. Mereka lebih membutuhkan talenta yang memahami teknologi digital sekaligus mampu mengembangkan solusi berbasis teknologi.

Beberapa bidang yang saat ini semakin banyak dibutuhkan industri antara lain teknologi keuangan atau fintech, data science dan big data, cyber security, artificial intelligence, serta bisnis digital.

Generasi Z dan Ekosistem Digital

Fakta menarik lainnya datang dari data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang menunjukkan bahwa mayoritas pengguna internet di Indonesia berasal dari kelompok usia muda.

Generasi Z tumbuh bersama teknologi digital seperti smartphone, mobile banking, e-wallet, hingga investasi online. Bahkan laporan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa jumlah investor muda di pasar modal terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Hal ini membuktikan bahwa generasi sekarang bukan hanya pengguna teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem ekonomi digital.

Namun kebiasaan digital saja tidak cukup. Tanpa pendidikan formal yang tepat, potensi besar tersebut bisa saja tidak berkembang secara maksimal. Karena itu, memilih kampus dengan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri digital menjadi langkah yang sangat penting.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TVRI Luruskan Isu Siaran Piala Dunia di YouTube: Bukan Akses Bebas
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
3 Wisatawan Asal Depok Terseret Ombak di Pantai Lebak, 1 Dinyatakan Hilang
• 23 jam laludetik.com
thumb
Hegemoni Trump: Konflik AS-Iran, NATO Melemah, dan Dunia di Ambang Krisis Global
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
TVRI Tegaskan Nonton Piala Dunia 2026 di YouTube tidak Gratis! Ini Faktanya
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Bukan Cuma Ikuti KDM, Kesederhanaan Gubernur Malut Sherly Tjoanda saat Momen Lebaran Bikin Salfok Warganet
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.