Saat Jatuhnya Pesawat Militer Kolombia yang Membawa 125 Orang, Membawa Amunisi — Korban Tewas Meningkat Menjadi 66 Orang

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Sebuah pesawat angkut militer Kolombia yang membawa 125 orang jatuh tak lama setelah lepas landas pada  Senin (23/3/2026) di wilayah Amazon selatan, sekitar 3 kilometer dari area perkotaan. Insiden ini awalnya menyebabkan 8 orang tewas dan lebih dari 80 orang terluka. Namun, menurut laporan terbaru militer, jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 66 orang dengan puluhan lainnya terluka.

Menurut laporan AFP, sumber militer terbaru menyebutkan bahwa korban tewas terdiri dari 58 tentara, 6 personel angkatan udara, dan 2 polisi.

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa kecelakaan ini merupakan salah satu insiden paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir bagi angkatan udara Kolombia. Sebelumnya, pihak berwenang melaporkan sedikitnya 34 korban tewas, dan saat ini sekitar 20 orang masih belum ditemukan di antara puing-puing.

Menteri Pertahanan Kolombia, Pedro Sanchez, dalam unggahannya di platform X menyatakan bahwa pesawat yang jatuh adalah pesawat angkut C-130 Hercules buatan Lockheed Martin. Pesawat tersebut lepas landas dari Puerto Leguizamo di wilayah perbatasan selatan Kolombia sebelum mengalami kecelakaan.

Ia menambahkan bahwa pesawat jatuh sekitar 1,5 kilometer dari titik lepas landas, dan amunisi yang dibawa di dalam pesawat meledak akibat kebakaran setelah kecelakaan.

Rekaman yang dirilis media Kolombia BluRadio menunjukkan badan pesawat hampir hancur total dan terus terbakar dengan asap tebal. Sebuah video menunjukkan pesawat jatuh ke tanah hanya beberapa detik setelah lepas landas. Media lokal juga menampilkan tim penyelamat yang masih berupaya mencari korban selamat.

Menurut Reuters, Komandan Angkatan Udara Kolombia, Fernando Silva, dalam sebuah video di media sosial menyatakan bahwa pesawat tersebut membawa 114 penumpang dan 11 awak, dan penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan.

AFP sebelumnya melaporkan bahwa Gubernur Provinsi Putumayo, Jhon Gabriel Molina, menyebutkan ada 8 korban tewas dan lebih dari 80 orang terluka pada laporan awal.

Pihak Lockheed Martin juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan menyatakan siap membantu pemerintah Kolombia dalam menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut. (Hui)

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PSBM XXIV Diserbu Ribuan Saudagar di Hari Pertama, Panitia Target 3.000 Peserta
• 37 menit laluharianfajar
thumb
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Hari Ini 24 Maret, Kakorlantas Polri Sampaikan Pesan Begini
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Kolaborasi Jadi Kunci, Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Naik 15%
• 58 menit laludisway.id
thumb
UTBK-SNBT Bisa Pilih 4 Program Studi, Ini Ketentuan dan Contohnya
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Surat Edaran Picu Kepanikan Antrean BBM Mengular di Kalbar, Mendagri Tito Buka Suara
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.