JAKARTA, KOMPAS.com - Korlantas Polri mencatat puncak arus balik Lebaran 2026 sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah, dengan jumlah kendaraan mencapai 256.388 unit dalam satu hari.
Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, mengatakan angka tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 223.163 kendaraan.
Baca juga: Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Capai Puncak Pertama, Diprediksi Tembus 6.000 Orang
“Arus balik puncaknya adalah 256.388, ini juga terbanyak arus balik sepanjang sejarah ini. Karena tahun lalu adalah 223.163, jadi ada peningkatan 14,8 persen," kata Agus dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).
Menurut Agus, tingginya volume kendaraan sempat menyebabkan kepadatan di sejumlah ruas Tol Trans Jawa. Namun, kondisi tersebut tetap dapat dikendalikan melalui berbagai skenario rekayasa lalu lintas.
Baca juga: Arus Balik Lebaran, 58 Persen Kendaraan Sudah Kembali ke Jakarta
Di antaranya penerapan one way nasional dari arah Semarang dan one way lokal di wilayah Jawa Tengah, tepatnya dari KM 560 hingga KM 414.
“Sehingga tadi malam cukup padat, namun terkendali. Sampai di Cikampek juga demikian, terkelola dengan baik," ujarnya.
Korlantas Polri juga mengoptimalkan penggunaan jalur tol fungsional, termasuk Japek II, untuk mengurai pertemuan arus kendaraan dari Jawa Barat di kawasan Cikampek.
Agus menambahkan, kondisi lalu lintas saat ini mulai menunjukkan tren landai setelah puncak arus balik terlewati.
Hal ini terlihat dari berkurangnya volume kendaraan dari arah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta menuju Jakarta.
Seiring dengan itu, Korlantas mulai melakukan penyesuaian rekayasa lalu lintas, termasuk mencabut sebagian skema one way nasional.
Baca juga: Dini Hari, Seskab Teddy dan Menhub Cek Puncak Arus Balik di Terminal Pulo Gebang
“Jadi kami akan cabut untuk one way nasional lokal dari kilometer 414 sampai 263. Jadi akan kita cabut, tetapi dari kilometer 263 sampai 70 masih berlangsung untuk one way lokal tahap kedua," ungkapnya.
Selain itu, Agus mengatakan hingga saat ini sekitar 58 persen kendaraan telah kembali ke Jakarta, atau sekitar 1,9 juta kendaraan. Sisa kendaraan diperkirakan akan terus berdatangan hingga 29 Maret 2026.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




