Sejumlah anggota Madres de Plaza de Mayo membawa foto anak-anak mereka yang hilang saat tiba di Plaza de Mayo, pada Selasa (24/3), bertepatan dengan peringatan 50 tahun dimulainya kediktatoran militer di Argentina pada 1976-1983.
Di Argentina, 24 Maret diperingati sebagai hari duka nasional yang diisi dengan aksi turun ke jalan, doa, hingga perdebatan politik. Puluhan tahun setelah kudeta militer, ribuan warga kembali berunjuk rasa untuk mengenang para korban yang hilang selama masa rezim tersebut.
Peringatan tahun ini juga diwarnai ketegangan politik, menyusul langkah pemerintah Presiden Javier Milei yang dinilai berupaya mengubah narasi sejarah terkait periode kediktatoran tersebut.
Bagi keluarga korban, aksi ini menjadi cara untuk menjaga ingatan kolektif sekaligus menuntut keadilan bagi para korban yang hingga kini belum sepenuhnya terungkap nasibnya.





