JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Indonesia aman dari kondisi darurat energi meskipun ada eskalasi konflik antara AS-Israel dengan Iran. Purbaya mengaku belum mengubah postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 maupun kebijakan subsidi energi.
Demikian Purbaya Yudhi Sadewa dalam keterangannya sebagaimana dikutip dari Antaranews, Rabu (25/3/2026).
“APBN kita masih tahan. Saya enggak akan ubah APBN atau subsidi yang ada, sampai titik yang mungkin nanti harga minyaknya tinggi sekali,” ujar Purbaya.
Bahkan, Menkeu Purbaya memastikan hingga saat ini kondisi fiskal Indonesia masih cukup kuat untuk menyerap tekanan kenaikan harga BBM.
Baca Juga: Kemhan Pastikan Pesawat Airbus A400M Tiba di Indonesia Akhir Maret 2026
“Darurat energi itu bukan di APBN. Maksudnya kalau suplainya berhenti, itu yang saya takut. Bukan harganya, tapi kalau suplainya nggak ada. Sekarang ini masih ada suplai, jadi belum bisa dibilang darurat,” ucapnya.
Kendati demikian, Purbaya menuturkan pemerintah akan terus memantau perkembangan global, khususnya dampak konflik di Timur Tengah terhadap rantai pasok energi. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan tanpa harus mengambil langkah yang terlalu dini.
“Maksudnya darurat energi adalah kalau misalnya suplainya berhenti, itu yang saya takut. Bukan harganya, suplainya enggak ada. Ini kan masih ada suplainya. Jadi kalau bilang darurat enggak. Tapi kita harus siap-siap terus ke depan,” kata Purbaya.
Baca Juga: Korlantas Polri Hentikan One Way dari KM 424 Kalikangkung hingga KM 263 Pejagan
Purbaya pun memastikan belum ada perubahan terkait kebijakan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, yang dilakukan pemerintah adalah memilih menjaga stabilitas kebijakan sambil menunggu perkembangan lebih lanjut.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- menkeu
- indonesia tidak darurat energi
- darurat energi
- menkeu purbaya
- purbaya yudhi sadewa





