FAJAR, JAKARTA – Wacana pemotongan gaji anggota DPR dan jajaran kabinet yang digulirkan Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai langkah untuk membangun kesadaran kolektif menghadapi situasi ekonomi global.
Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, menyebut gagasan tersebut bertujuan membangkitkan “sense of crisis” di kalangan penyelenggara negara.
Menurutnya, tekanan ekonomi global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah, membuat banyak negara menghadapi tantangan serius sehingga efisiensi anggaran menjadi kebutuhan bersama.
Rifqi menegaskan, efisiensi tidak hanya terbatas pada pemangkasan gaji, tetapi juga mencakup optimalisasi penggunaan anggaran negara yang dinilai belum efektif.
Ia juga menyambut positif wacana tersebut dan menilai langkah itu sebagai bagian dari upaya disiplin fiskal. Bahkan, ia menyebut implementasinya tidak memerlukan revisi undang-undang, melainkan cukup melalui mekanisme teknis pemerintah.
Selain itu, aspek transparansi disebut menjadi hal penting dalam merealisasikan kebijakan tersebut agar dapat diterima publik dan berjalan akuntabel.
Wacana ini muncul di tengah dorongan efisiensi belanja negara dan penguatan respons terhadap dinamika ekonomi global yang terus berkembang. (jpnn/*)





