Bambang Percaya Prabowo Punya Strategi Menghadapi Krisis Geopolitik

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Direktur Eksekutif Pranata Kebijakan Politik dan Ekonomi Nasional (PKPEN) Bambang Widjanarko Setio menilai Indonesia siap menghadapi dampak perang atau ketegangan yang melibatkan Iran, Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah.

Kesiapan itu lantaran kemandirian pangan dan pemenuhan kebutuhan dasar energi.

BACA JUGA: Simak, Prabowo Beberkan Fakta soal BoP Donald Trump

"Suatu negara yang berdaulat akan sangat bergantung pada pemenuhan kebutuhan pangan dan kemandirian energi sebagai fondasi dasar dan pilar utama suatu negara berdaulat," katanya.

"Presiden Prabowo Subianto sudah sejak awal bersiap diri, termasuk agar Indonesia bertahan di tengah krisis geopolitik dan perang Iran, Amerika Serikat dan Israel," imbuh Bambang.

BACA JUGA: Dubes Saudi: Iran Merusak Solidaritas dan Persatuan Umat Islam

Menurut pria yang juga Ketua Prabowo Mania 08 Jawa Timur ini, Presiden Prabowo Subianto selalu menekankan pentingnya Indonesia mengedepankan kedaulatan, ketahanan dan kemandirian pangan dan energi secara komprehensif dan strategis.

Di tengah-tengah hubungan kerja sama ekonomi internasional, Indonesia tidak boleh selalu bergantung dengan negara-negara lainnya. Indonesia, harus mampu menata kehidupan ekonomi nasional secara eksklusif, sehingga dapat bertahan dalam geliat geopolitik yang sedang terjadi dan dampaknya terhadap kehidupan ekonomi nasional.

BACA JUGA: Perang Iran Picu Krisis, Jepang Terpaksa Lepas Cadangan Minyak

"Indonesia, dalam segala bidang kehidupan, harus berdaulat atas ekonomi nasional dan harus mampu memenuhi berbagai kebutuhan dasar kehidupan. Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri untuk memenuhi kebutuhan pangan dan kebutuhan energi. Pemerintah harus bertanggung jawab bagi kehidupan dasar ekonomi rakyatnya," kata Bambang.

Selain itu, Bambang menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto dan para pemangku kebijakan negara, harus berpikir dan bekerja keras untuk bertahan dalam krisis energi dan ketersediaan pangan nasional.

"Prabowo Subianto, sebelum dan setelah menjadi Presiden Republik Indonesia, sudah mencanangkan swasembada pangan dan kemandirian energi. Karena itu, setelah pecah perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel di semenanjung negara teluk, Indonesia harus mampu bertahan menghadapi dampak perang di jajirah Arab. Presiden Prabowo bergerak cepat agar Indonesia siap bertahan dalam cuaca geopolitik yang tidak menentu," kata Bambang.

Dia mengingatkan bahwa dalam kondisi gejolak geopolitik yang memanas karena dampak perang, Indonesia harus bersiap diri menghadapi situasi dunia yang tidak menentu.

"Perang di Timur Tengah antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sangat berisiko menekankan fiskal negara-negara di dunia, termasuk aktivitas ekonomi. Eskalasi geopolitik di Timur Tengah sangat dinamis dan berisiko tinggi bagi ekonomi dan fiskal di berbagai negara di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia," katanya.

"Saya percaya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sudah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk Indonesia menghadapi situasi ekonomi nasional dampak dari perang di Timur Tengah dan gejolak geopolitik dunia," imbuhnya. (*/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Toko Laundry di Kelapa Gading Kebakaran, Polisi Selidiki Penyebab
• 54 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Emiten Ramai-ramai Cairkan Dividen Pasca Lebaran, Cek Jadwal Pembagiannya!
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pengakuan Patrick Kluivert setelah Gagal di Timnas Indonesia dan Kini Direkrut Suriname
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Puncak Arus Balik di Tol Purbaleunyi Diprediksi Malam Ini
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Samsung Buka Akses AirDrop di Galaxy S26, Berbagi File dengan iPhone Kini Lebih Mudah
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.