JAKARTA, KOMPAS — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan puncak arus balik Lebaran gelombang pertama telah berhasil dilewati. Sementara itu, Korps Lalu Lintas atau Korlantas Polri mulai mencabut rekayasa lalu lintas sistem satu arah secara bertahap mengingat melandainya volume kendaraan.
Saat meninjau Jasa Marga Toll Road Command Center di Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (25/3/2026), Sigit mengungkapkan bahwa penanganan pengendalian lalu lintas sejauh ini berjalan optimal. Berdasarkan catatan kepolisian, pada puncak arus balik gelombang pertama, terdapat 256.338 kendaraan yang masuk ke wilayah Jakarta dan sekitarnya. Angka ini melonjak 14,8 persen atau menjadi rekor tertinggi arus balik sepanjang sejarah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 223.163 kendaraan.
”Alhamdulillah artinya kita melihat bahwa puncak arus balik kurang lebih sudah terjadi tadi malam, tinggal kita urai untuk yang lain,” kata Sigit.
Tantangan selanjutnya bagi kepolisian dan pemangku kepentingan terkait adalah mengawal sisa kendaraan pemudik yang menunda kepulangannya. Sigit merinci, dari total 2.521.229 kendaraan yang meninggalkan Jakarta saat mudik, sekitar 2.040.000 unit atau nyaris 80 persen telah kembali hingga Rabu (25/3) siang.
Sementara itu, Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Agus Suryonugroho membenarkan data tersebut. Agus memproyeksikan sisa beban kendaraan yang harus dikelola di ruas Tol Trans-Jawa menuju Jakarta kini tersisa sekitar 250.000 kendaraan hingga Minggu (29/3/2026) mendatang.
Seiring dengan pergerakan kendaraan yang kian kondusif, Polri melakukan penyesuaian strategi di lapangan. Setelah mengevaluasi volume lalu lintas, dari arah Jawa Timur, Solo, dan Semarang yang menuju Jakarta, Agus menginstruksikan pencabutan sistem one way nasional secara parsial.
Jadi yang KM 263 sampai KM 70 masih kami berlakukan one way lokal arah balik.
”Maka dari itu hari ini kami sosialisasikan yang kita cabut itu hanya dari KM 414 (Gerbang Tol Kalikangkung) sampai KM 263. Jadi yang KM 263 sampai KM 70 masih kami berlakukan one way lokal arah balik,” papar Agus. Ia menjelaskan, pemertahanan one way di ruas KM 263 hingga KM 70 diperlukan untuk mengelola flow kendaraan agar tidak terjadi penumpukan massal saat memasuki wilayah Cikampek.
Selain memfungsikan rekayasa lalu lintas di jalur tol, kepolisian juga mengoptimalkan jalur alternatif seperti Tol Fungsional Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan untuk memecah beban persilangan arus dari arah Jawa Barat.
Untuk mengakomodasi sisa ratusan ribu kendaraan yang belum kembali, Polri memutuskan untuk memperpanjang masa pengamanan. Operasi Ketupat 2026 yang secara resmi berakhir pada Rabu (25/3/2026), akan langsung disambung dengan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) selama tiga sampai empat hari ke depan.
Di tengah padatnya mobilitas selama arus mudik dan balik, Polri mencatat tren positif terkait keselamatan di jalan raya. Agus mengungkapkan bahwa angka fatalitas korban meninggal dunia berhasil ditekan signifikan.
”Dari fatalitas korban meninggal dunia itu turun kurang lebih 28 persen sampai 30 persen. Tapi peristiwa jumlah kecelakaan itu turun 4,5 persen,” jelasnya.
Keberhasilan menekan angka kecelakaan, menurut Agus, tak lepas dari penempatan pos pengamanan dan tim urai di titik-titik rawan kecelakaan, serta meningkatnya kedisiplinan para pemudik dalam berkendara. Meski demikian, Kapolri tetap mewanti-wanti para pengendara untuk tidak memaksakan diri dan memanfaatkan rest area apabila mengalami kelelahan.





