Purbaya Target Bea Keluar Batu Bara Berlaku 1 April 2026

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan pengenaan bea keluar untuk komoditas batu bara akan mulai berlaku pada 1 April 2026, demi mengerek penerimaan negara di tengah ancaman pelebaran defisit akibat kenaikan harga minyak dunia.

Purbaya mengaku bahwa Presiden Prabowo Subianto sudah memberi lampu hijau terkait formulasi usulan tarif bea keluar batu bara. Keputusan final pun dijadwalkan akan digodok dalam rapat koordinasi lintas kementerian di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Kamis (26/3/2026).

"Harusnya kalau besok jadi, ya 1 April [penerapannya]. Kalau besok jadi. [Tapi] belum tahu kan, kan masih mau saya rapatin dulu," ungkap Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Meski demikian, bendahara negara itu masih enggan membocorkan rentang tarif pasti dari bea keluar tersebut, termasuk kebenaran isu yang menyebutkan tarif akan berkisar di level 5%—10%. Dia hanya menegaskan bahwa domain keputusan tarif berada di tangan presiden, sementara Kementerian Keuangan dan kementerian teknis lain bertugas merumuskan detail regulasinya.

Menakar Laba Pengusaha vs Penerimaan Negara

Lebih lanjut, Purbaya menyadari bahwa kebijakan ini akan memantik penolakan keras dari perusahaan batu bara. Kendati demikian, pemerintah melihat adanya momentum untuk mengamankan penerimaan negara dari windfall profit komoditas saat harga batu bara yang belakangan naik hingga US$135 per ton.

Baca Juga

  • Purbaya Ungkap Alasan Aturan Bea Keluar Batu Bara Mandek: Ada yang Protes!
  • Hilal Aturan Bea Keluar Batu Bara Belum Jelas, Urus RKAB Wajib Patuh Pajak
  • Rancangan Peraturan Bea Keluar Ekspor Batu Bara dalam Finalisasi

Apalagi, belakangan harga minyak dunia yang juga melonjak akan turut mengerek anggaran subsidi BBM dan energi dalam negeri, yang pada akhir berpotensi melebarkan defisit APBN. Oleh sebab itu, untuk menambal pelebaran defisit, otoritas fiskal coba ingin menambah sumber penerimaan baru dari bea keluar batu bara yang harganya belakangan juga naik.

"Di level teknis mesti diskusikan, apakah industri bisa menerima, bukan maunya dia ya [tapi] tapi profitability-nya terganggu sejauh mana, itu yang dihitung, bukan maunya pimpinan perusahaan batu bara. Kalau mereka pasti nggak mau, maunya," ungkap Purbaya.

Sebagai implikasi dari kebijakan bea keluar ini, Purbaya mengisyaratkan akan ada penyesuaian pada rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) perusahaan tambang. Pengeksekusian detailnya akan bergantung pada asesmen dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Tak berhenti di bea keluar batu bara, Purbaya membeberkan bahwa komoditas nikel turut masuk ke dalam radar usulan bea keluar yang telah dibicarakan dengan Prabowo demi memperlebar basis penerimaan negara.

Jaga Defisit APBN

Bagi Kementerian Keuangan, instrumen bea keluar ini merupakan bantalan strategis untuk menambal ruang fiskal, apalagi di tengah sorotan publik terhadap postur defisit APBN di awal tahun.

Mantan ketua dewan komisioner Lembaga Penjamin Simpanan itu menepis kekhawatiran terkait potensi pelebaran defisit di atas ambang batas 3% dari produk domestik bruto (PDB). Dia menggarisbawahi bahwa defisit dua bulan pertama 2026 adalah kondisi yang sengaja dirancang untuk mengakomodasi penarikan belanja negara ke depan (front-loading) agar distribusi anggaran lebih merata sepanjang tahun.

"Kalau [bea keluar] itu boleh, nanti kan pendapatan naik, hitungan defisitnya beda lagi. Jadi orang-orang di luar yang bilang 'gimana Purbaya bilang ekonomi bagus, padahal anggaran defisit', kan memang didesain defisit anggaran, kenapa bingung?" katanya.

Adapun, APBN membukukan defisit sebesar Rp135,7 triliun per akhir Februari 2026 atau setara dengan 0,53% dari PDB. Angka itu naik 342,4% dibandingkan defisit APBN Februari 2025 (Rp135,7 triliun).

Sementara itu, pemerintah mendesain defisit APBN 2026 setahun penuh sebesar Rp689,1 triliun atau setara 2,68% terhadap PDB.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolri pantau sitkamtibmas daerah wisata dan puncak arus balik
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
IHSG Diproyeksi Mixed di Pekan Pendek Usai Lebaran
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Pramono Ancam Sanksi ASN yang Pakai Mobil Dinas untuk Kepentingan Pribadi
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Dual Listing, Merdeka Gold Resources (EMAS) Layangkan Dokumen ke Bursa Hong Kong
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Pria Viral Joget Untung MBG Rp6 Juta per Hari Ternyata Punya 7 SPPG, Begini Nasibnya Sekarang
• 12 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.