Gus Ipul: Belum Ada Rencana Hybrid untuk Sekolah Rakyat, Senin Mulai Belajar

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Sekolah Rakyat dipastikan tetap berjalan normal tanpa skema hybrid atau pembelajaran campuran. Kegiatan belajar mengajar juga akan kembali dimulai pada Senin (30/3) mendatang usai masa libur Lebaran.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan, hingga saat ini belum ada rencana penerapan sistem hybrid di Sekolah Rakyat. Hal itu disampaikannya menanggapi sempat munculnya wacana pembelajaran hybrid untuk mengantisipasi krisis global.

“Belum ada, belum ada rencana untuk hybrid ya untuk Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul di Kantor Kemensos, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (25/3).

Ia menjelaskan, proses pembelajaran akan tetap berlangsung seperti biasa mengingat konsep Sekolah Rakyat yang berbasis asrama.

“Sementara Sekolah Rakyat jalan terus ya, tentu kami akan melakukan penyesuaian-penyesuaian. Sampai sekarang anak-anak ini kan kebetulan berasrama, jadi ya akan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan mulai hari Senin besok itu Sekolah Rakyat akan masuk kembali. Untuk kepulangan dari liburan ini hari Sabtu dan Minggu, hari Senin sudah mulai pembelajaran,” jelas Gus Ipul.

Selain itu, terkait kemungkinan penyesuaian program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kemensos masih akan melihat perkembangan lebih lanjut sebelum mengambil kebijakan.

“Pada prinsipnya kita akan nanti melihat perkembangan dulu ya. Pada saatnya kita akan mengambil kebijakan tetapi kita tahu bahwa Sekolah Rakyat itu adalah sekolah berasrama,” ungkap Gus Ipul.

“Di sana sudah disiapkan untuk makan itu tiga kali sehari dan snack dua kali sehari ya. Jadi sementara ini masih sesuai dengan perencanaan,” sambung dia.

Adapun pemerintah telah membatalkan rencana penerapan pembelajaran daring bagi siswa untuk mengantisipasi krisis global.

Hal itu dilakukan dengan alasan menjaga kualitas pendidikan dan mencegah terjadinya penurunan kemampuan akademik hingga kehilangan pengetahuan (learning loss).

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan proses pembelajaran harus tetap berjalan optimal secara tatap muka.

“Bahwa di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss. Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa,” kata Pratikno dalam keterangan tertulis, Rabu (25/3).

Ia menjelaskan, sebelumnya sempat muncul wacana penggunaan metode hybrid yang mengombinasikan pembelajaran daring dan luring.

Namun, hasil koordinasi lintas kementerian memutuskan pembelajaran daring belum menjadi kebutuhan mendesak saat ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arus Balik Lebaran di Tol Cipali Terpantau Lancar, Buka-Tutup Rest Area Masih Diterapkan
• 10 jam laluokezone.com
thumb
Daftar Harga Pangan Rabu 25 Maret 2026: Beras hingga Cabai Masih Tinggi, Ini Rincian Lengkapnya
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Puncak Arus Balik Lebaran, Ribuan Kendaraan Tinggalkan Ponorogo Menuju Madiun
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Pentas Wayang Kulit Malam Selasa Kliwon, Halaman RSPD Klaten Dibanjiri Penonton
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Prakiraan Cuaca Jatim 25 Maret 2026, Hujan Petir Berpotensi Terjadi
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.