JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah pemudik yang kembali ke Jakarta melalui Terminal Kalideres, Jakarta Barat, terus meningkat pada H+4 Lebaran, Rabu (25/3/2026).
Kepala Terminal Kalideres, Nur Prasetyo, mengatakan, jumlah penumpang arus balik hari ini merupakan yang tertinggi.
"Hari ini memang sudah diperkirakan akan terjadi kepadatan kedatangan dibanding dengan hari-hari sebelumnya. Seperti yang data kita terima tadi malam sejak pukul 02.00 WIB dini hari, penumpang sudah mulai berdatangan," ujar Tyo saat ditemui Kompas.com di lokasi, Rabu.
Hingga Rabu sore, tercatat total 2.321 penumpang tiba di Terminal Kalideres dari berbagai daerah di Jawa dan Sumatera. Angka ini diprediksi terus meningkat.
"Tempat asal keberangkatan terbanyak untuk saat ini dari Jawa Tengah, yang kedua itu dari Sumatera, yang ketiga itu dari Jawa Barat, yang keempat dari Jawa Timur, dan yang kelima itu berasal dari Banten," ungkap Tyo.
Meski demikian, Tyo memprediksi puncak arus balik di Terminal Kalideres baru akan terjadi beberapa hari ke depan.
"Kalau kita melihat data tahun lalu, puncak tetap kita perkirakan di H+5 atau H+6. Karena di tahun lalu itu puncak di saat H+5 itu bahkan sampai menyentuh 6.600-an penumpang," kata dia.
Baca juga: 3.492 Pemudik Kembali ke Jakarta lewat Terminal Pulogebang Hari Ini
Untuk mengakomodir membeludaknya pemudik yang tiba di terminal, khususnya pada malam hari, 10 armada tambahan Angkutan Malam Hari atau Amari Transjakarta dikerahkan.
“Penambahan armada sekitar 5 sampai 10 armada atau situasional melihat bagaimana kondisi lonjakan penumpang di dalam terminal pada saat malam hari," ujarnya.
Tidak hanya di dalam terminal, kepadatan di akses keluar-masuk Terminal Kalideres juga diurai melalui rekayasa lalu lintas untuk mencegah penumpukan kendaraan di Jalan Daan Mogot.
"Pintu keluar yang sebelumnya boleh belok kanan ke arah Tangerang itu kita belokkan ke kiri, baru berputar balik di lampu merah dan baru kembali ke arah Tangerang. Supaya arus lalu lintas dari dalam dan keluar terminal itu akan berjalan terus tanpa ada hambatan seperti lampu merah," tutupnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang