jpnn.com, KOTA BANDUNG - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan buka suara soal kematian seekor anak harimau Benggala bernama Hara berusia delapan bulan di Bandung Zoo pada Selasa (24/3).
Ia menegaskan peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh dalam pengelolaan satwa, khususnya terkait dengan pengawasan penyakit menular pada hewan.
BACA JUGA: Tragis, Anak Harimau Benggala Mati, Ini Penjelasan Wali Kota
“Saya sangat prihatin dan sedih, tetapi ini menjadi perhatian serius agar ke depan bisa diantisipasi dengan lebih baik,” ujar dia di Bandung, Rabu.
Ia menjelaskan pemerintah baik pusat, provinsi, maupun kota akan memastikan kejadian serupa tidak terulang, sekaligus menjamin kesejahteraan satwa tetap terjaga.
BACA JUGA: Anak Harimau Benggala Berusia 8 Bulan Mati di Bandung Zoo
Juru Bicara Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat Eri Mildranaya mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan lengkap terkait dengan penyebab kematian satwa tersebut.
“Betul (mati), tetapi hasilnya belum kami dapatkan secara lengkap, besok setelah hasil periksa oleh dokter hewan,” kata dia.
BACA JUGA: BKSDA Evakuasi Anak Harimau yang Makan Ternak Warga dan Masuk Perangkap di Pelalawan
Pihaknya akan melakukan pendalaman lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kematian satwa itu.
“Lengkapnya nanti ketika hasil sudah kami dapatkan,” ujarnya.
Hara salah satu koleksi satwa di Bandung Zoo yang lahir pada 12 Juli 2025.
Ia lahir bersama saudaranya, Huru, dari pasangan induk jantan bernama Sahrulkan dan betina Jelita.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




