Jakarta (ANTARA) - Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan kurs rupiah memperoleh sentimen positif dari ekspektasi negosiasi gencatan senjata dari AS dalam perang menghadapi Iran.
“Laporan intensi dari pihak AS untuk melakukan gencatan senjata selama 5 hari, serta adanya proposal terkait 15 poin utama untuk penyelesaian perang Iran,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.
Mengutip Anadolu, ada harapan de-eskalasi perang Iran menghadapi agresi AS dan Zionis Israel seiring laporan bahwa AS telah memberikan Iran rencana yang dapat mengakhiri konflik tersebut.
Anadolu melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya telah memerintahkan penundaan semua serangan terhadap infrastruktur pembangkit listrik dan energi selama lima hari ke depan. Hal tersebut, lanjut Trump, adalah karena dialog dengan Tehran selama dua hari belakangan berlangsung "sangat baik dan produktif”.
Namun, Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf membantah pihaknya sedang berunding dengan Amerika Serikat dan menyebut kabar tersebut sebagai "berita palsu" untuk memanipulasi pasar minyak dan finansial.
Ghalibaf menambahkan bahwa rakyat Iran menuntut hukuman yang "penuh dan menimbulkan penyesalan" bagi para agresor, sementara semua pejabat berdiri teguh mendukung pemimpin negara dan masyarakat hingga tujuan perang tercapai.
Menurut Josua, potensi negosiasi yang dilontarkan Trump ini merefleksikan potensi penurunan eskalasi konflik di Timur Tengah sehingga sentimen risk-on kembali ke pasar keuangan global.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini justru bergerak menguat ke level Rp16.905 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.982 per dolar AS.
Di akhir perdagangan, di pasar spot, Rabu sore ini, nilai tukar rupiah bergerak melemah menjadi Rp16.911 per dolar AS.
Baca juga: Rupiah melemah seiring Selat Hormuz masih ditutup
Baca juga: Rupiah Rabu pagi melemah jadi Rp16.920 per dolar AS usai libur panjang
Baca juga: BI perkuat ketahanan eksternal guna antisipasi eskalasi perang Timteng
“Laporan intensi dari pihak AS untuk melakukan gencatan senjata selama 5 hari, serta adanya proposal terkait 15 poin utama untuk penyelesaian perang Iran,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.
Mengutip Anadolu, ada harapan de-eskalasi perang Iran menghadapi agresi AS dan Zionis Israel seiring laporan bahwa AS telah memberikan Iran rencana yang dapat mengakhiri konflik tersebut.
Anadolu melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya telah memerintahkan penundaan semua serangan terhadap infrastruktur pembangkit listrik dan energi selama lima hari ke depan. Hal tersebut, lanjut Trump, adalah karena dialog dengan Tehran selama dua hari belakangan berlangsung "sangat baik dan produktif”.
Namun, Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf membantah pihaknya sedang berunding dengan Amerika Serikat dan menyebut kabar tersebut sebagai "berita palsu" untuk memanipulasi pasar minyak dan finansial.
Ghalibaf menambahkan bahwa rakyat Iran menuntut hukuman yang "penuh dan menimbulkan penyesalan" bagi para agresor, sementara semua pejabat berdiri teguh mendukung pemimpin negara dan masyarakat hingga tujuan perang tercapai.
Menurut Josua, potensi negosiasi yang dilontarkan Trump ini merefleksikan potensi penurunan eskalasi konflik di Timur Tengah sehingga sentimen risk-on kembali ke pasar keuangan global.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini justru bergerak menguat ke level Rp16.905 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.982 per dolar AS.
Di akhir perdagangan, di pasar spot, Rabu sore ini, nilai tukar rupiah bergerak melemah menjadi Rp16.911 per dolar AS.
Baca juga: Rupiah melemah seiring Selat Hormuz masih ditutup
Baca juga: Rupiah Rabu pagi melemah jadi Rp16.920 per dolar AS usai libur panjang
Baca juga: BI perkuat ketahanan eksternal guna antisipasi eskalasi perang Timteng





