Purbaya Kaji Opsi Pajak Tambahan Barang China yang Dijual di e-Commerce Seperti TikTok

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Purbaya membuka peluang untuk menerapkan kebijakan pajak tambahan terhadap produk-produk asal China yang membanjiri platform e-commerce seperti TikTok Shop.

Purbaya Kaji Opsi Pajak Tambahan Barang China yang Dijual di e-Commerce Seperti TikTok. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang untuk menerapkan kebijakan pajak tambahan terhadap produk-produk asal China yang membanjiri platform e-commerce seperti Tokopedia hingga TikTok Shop. 

Langkah ini dipertimbangkan guna merespons keluhan pelaku usaha dalam negeri yang kian terhimpit oleh dominasi barang impor murah.

Baca Juga:
Purbaya Tegaskan Indonesia Tak Darurat Energi, Begini Penjelasannya

Wacana ini menguat setelah Purbaya melakukan interaksi langsung melalui siaran TikTok beberapa waktu lalu. Dalam sesi tersebut, banyak warganet melaporkan bahwa ekosistem marketplace saat ini tidak lagi didominasi oleh pelaku usaha lokal, melainkan oleh entitas asing yang mengancam keberlangsungan pedagang offline maupun online domestik.

"Ada masukan juga yang menarik sih. Kita sudah curiga cuma itu kan konfirmasi lebih lanjut, bahwa perdagangan yang offline itu terganggu oleh perdagangan online. Yang saya pikir tadinya online sebagian besar kan orang Indonesia juga. Rupanya banyak juga yang dikuasai bukan orang Indonesia," ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Rabu (25/3/2026).

Baca Juga:
Soal Isu Resesi, Purbaya: Jangan Bilang Ekonomi Akan Hancur

Pemerintah kini tengah merumuskan strategi yang lebih taktis untuk memastikan bahwa transisi ke ekonomi digital tetap memberikan ruang hidup bagi pengusaha Indonesia. Purbaya menekankan bahwa jika pasar beralih ke sistem daring, maka seharusnya pelaku usaha lokal yang merajai ekosistem tersebut.

"Kita akan pikirkan langkah yang lebih taktis nanti supaya yang offline bisa hidup. Tapi kalau misalnya kita switch ke online juga harusnya yang Indonesia yang hidup. Nanti kita pikirin," imbuhnya.

Baca Juga:
Purbaya Kembali Guyur Likuiditas Rp100 Triliun ke Perbankan

Salah satu alasan di balik murahnya harga produk China adalah adanya dugaan subsidi atau tunjangan ekspor dari pemerintah setempat sebesar 15 persen. Hal ini menciptakan ketidakadilan harga (price disadvantage) bagi produk buatan Indonesia yang harus bersaing di pasar yang sama.

"Kalau barang dari China bersaing dengan barang dari sini secara langsung kita at cost disadvantage atau at price disadvantage. Kenapa? Saya denger kalau orang China ekspor itu dapat 15 persen tunjangan dari pemerintahnya. Betul apa enggak untuk barang-barang di sini akan saya double check. Tapi diluar ada yang bilang seperti itu," beber Purbaya.

Terkait desakan untuk mengenakan pajak tambahan sebagai instrumen perlindungan, Bendahara Negara ini menyatakan akan mengkaji usulan tersebut secara mendalam sebelum mengambil keputusan final.

"Saya tampung usul Anda, saya pikirin nanti," kata dia. 

(Febrina Ratna Iskana) 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
380 Nama Bayi Laki-Laki Inggris Huruf A-Z dan Artinya, Unik dan Keren!
• 13 jam lalutheasianparent.com
thumb
Pemerintah Siap Umumkan WFH, Menkeu Ungkap Dampaknya ke BBM hingga Pajak
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemenhub Kaji Permohonan INACA soal Kenaikan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Prabowo Perintahkan Percepat Sampah Jadi Energi di Kota-kota Besar
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BBWS Cimancis Siapkan Strategi Hadapi Kemarau 2026 yang Diprediksi Lebih Cepat dan Lebih Kering
• 24 menit lalupantau.com
Berhasil disimpan.