Trailer Terperosok di Cilincing, Jalan Madya Kebantenan Tertutup Total

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Truk trailer terperosok di Jalan Madya Kebantenan, Cilincing, Jakarta Utara hingga melintang dan menutup akses jalan pada Rabu (25/3/2026) malam.

Peristiwa ini sempat membuat ruas jalan tidak bisa dilintasi kendaraan.

Pantauan Kompas.com di lokasi sekitar pukul 20.20 WIB, kendaraan trailer dengan peti kemas berwarna cokelat terlihat melintang menutup seluruh badan jalan.

Roda belakang truk tersebut terperosok ke selokan, sementara bagian peti kemas tampak menyentuh pembatas seng di tepi gorong-gorong.

Baca juga: Warga Protes Tarif Parkir Liar di Kembangan Rp 20.000, Dalihnya THR Lebaran

Untuk mengantisipasi kendaraan melintas, petugas memasang dua traffic cone berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian sebagai penanda bahwa jalan sementara tidak dapat dilalui.

Sejumlah petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara dan kepolisian terlihat berjaga di lokasi untuk mengatur situasi.

Mamat (50), warga sekitar, mengatakan truk tersebut terperosok saat sopir tidak berada di dalam kendaraan.

Ia menduga kejadian dipicu kondisi rem yang kurang baik serta ganjalan yang tidak kuat.

"Jadi itu remnya enggak bagus terus ganjalannya juga kurang kuat. Akhirnya jatuh ke sana," kata Mamat saat ditemui di lokasi, Rabu.

Baca juga: Fortuner Tabrak 2 Mobil dan 4 Motor di PIK, 2 Orang Tewas, 7 Terluka

Ia menyebut kendaraan sudah dalam posisi melintang sejak sekitar pukul 18.30 WIB dan hingga malam hari masih menunggu proses evakuasi.

"Ini masih nunggu crane buat evakuasi," ujarnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sementara itu, warga lain, Arfan (35), mengaku beruntung insiden terjadi saat arus lalu lintas sedang sepi.

"Kalau hari biasa mah pasti bikin macet ini. Untungnya masih sepi terus lagi malam juga," kata Arfan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
China Desak Jepang Investigasi Penyusup Kedutaan di Tokyo dan Sebut Pelanggaran Serius
• 12 jam lalupantau.com
thumb
PIHPS: Harga cabai rawit merah Rp104.050/kg, daging ayam Rp43.450/kg
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
PT Pelindo Sinergi Lokaseva Pastikan Layanan Tetap Optimal Selama Periode Libur Lebaran 2026
• 14 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Prakiraan Cuaca Cirebon Hari Ini: Turun Hujan Ringan Hingga Sedang 
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
Pemerintah: Hindari Puncak Arus Balik Lebaran pada 28-29 Maret, Maksimalkan WFA
• 9 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.