Timnas Era Baru di Ajang FIFA Series 2026: Jakarta, Tanpa Alibi

bola.com
4 jam lalu
Cover Berita

Indonesia tidak pernah benar-benar pergi dari sepak bola dunia. Ia hanya sering datang sebentar—lalu pulang sebelum sempat dikenali.

Pada FIFA World Youth Championship 1979, kita membuka pintu bagi dunia. Stadion penuh, bendera berkibar, dan seorang anak muda bernama Diego Maradona berlari dengan bola seolah itu bagian dari tubuhnya sendiri. Kita menonton dengan kagum, dan tanpa sadar, sedang belajar tentang jarak.

Advertisement
BACA JUGA: Prediksi Starting XI Timnas Indonesia Hadapi St Kitts dan Nevis: John Herdman Berpotensi Ubah Komposisi Skuad Garuda

Bukan jarak geografis. Akan tetapi jarak kualitas, keberanian, dan cara memahami permainan.

Sejak saat itu, Indonesia seperti tahu arah, tapi belum tahu bagaimana mencapainya.

Empat dekade kemudian, kita hampir kembali ke panggung melalui FIFA U-20 World Cup 2023. Semua tampak siap. Rumput dirawat. Lampu dinyalakan. Harapan dipasang tinggi.

Lalu semuanya berhenti.

Bukan karena kita kalah bermain. Tapi karena kita belum selesai dengan diri kita sendiri.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puncak Arus Balik di Tol Purbaleunyi Diprediksi Malam Ini
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
256 Ribu Kendaraan Melintasi Tol Saat Puncak Arus Balik, Lebih Rendah dari Prediksi
• 4 jam lalukompas.com
thumb
644.152 Orang Naik KRL Jogja-Solo Selama Libur Lebaran
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Profil Radityo Egi Pratama, Bupati Lampung Selatan yang borong dagangan UMKM untuk jamu warga
• 2 jam lalubrilio.net
thumb
Prabowo Kumpulkan Menteri Bahas Percepatan Pengolahan Sampah Jadi Energi
• 2 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.