Dunia Berubah Arah: Arab Saudi & UEA Dorong Serangan Total ke Iran, Akhir Perang di Depan Mata?

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Situasi geopolitik di Timur Tengah mengalami perubahan drastis dalam beberapa hari terakhir. Negara-negara Teluk yang sebelumnya dikenal aktif mendorong stabilitas kini justru mengambil sikap keras terhadap Iran, menandai pergeseran besar dalam dinamika konflik regional.

Perubahan ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi militer antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang telah berlangsung selama lebih dari dua pekan.

Negara Teluk Berubah Sikap: Dari Penyeimbang Menjadi Penekan

Berdasarkan laporan Reuters pada 17–18 Maret 2026, tiga sumber diplomatik mengungkapkan bahwa Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) tidak lagi mendorong jalur diplomasi.

Sebaliknya, kedua negara tersebut kini mendesak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk tidak memberikan ruang bagi Iran untuk melakukan konsolidasi ulang.

Ketua Gulf Research Center, Abdulaziz Sager, menegaskan bahwa tindakan Iran telah melampaui batas toleransi negara-negara Teluk.

“Iran telah melewati semua garis merah. Ketika mereka mulai menyerang kami, saat itu juga mereka menjadi musuh,” ujarnya.

Pernyataan ini mencerminkan perubahan besar: untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, negara-negara tetangga Iran justru menjadi pihak yang paling vokal mendorong perubahan rezim di Teheran.

Penentuan Perang: Pulau Kharg dan Hitungan Waktu

Di tengah ketegangan ini, perhatian dunia kini tertuju pada dua faktor utama yang diyakini akan menentukan akhir konflik:

1. Pulau Kharg: Jantung Ekonomi Iran

Analis politik menyebut bahwa Pulau Kharg merupakan titik kunci dalam konflik ini.

Pulau tersebut selama ini menjadi pusat ekspor minyak Iran, dengan sekitar 90% minyak Iran—terutama yang dibeli oleh Tiongkok—berasal dari wilayah ini.

Jika pulau ini berhasil dikuasai atau dilumpuhkan:

Dengan kata lain, Kharg bukan sekadar target militer, melainkan “urat nadi” kelangsungan negara Iran.

2. Sinyal Waktu: Jepang dan Pergerakan Militer AS

Indikator kedua datang dari langkah Jepang dan Amerika Serikat.

Pada 21 Maret 2026, Jepang dilaporkan mulai melepas cadangan minyak strategisnya. Namun jumlah yang dilepas terbatas:

Langkah ini dinilai sebagai sinyal bahwa Jepang memperkirakan konflik tidak akan berlangsung lama—kemungkinan hanya sekitar dua minggu ke depan.

Di sisi lain, militer Amerika Serikat meningkatkan tekanan dengan mengerahkan:

Kombinasi dua indikator ini memperkuat analisis bahwa fase penentuan perang sudah sangat dekat.

Mike Pence: “Ini Bukan Awal, Ini Akhir Konflik Panjang”

Pada 15 Maret 2026, mantan Wakil Presiden AS, Mike Pence, menyampaikan pernyataan penting yang memperkuat narasi bahwa konflik ini merupakan fase akhir, bukan awal perang baru.

Ia menilai bahwa operasi militer terhadap Iran adalah bagian dari upaya mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Menurut Pence:

Dukungan dari tokoh yang sebelumnya dikenal memiliki perbedaan pandangan dengan Trump ini menjadi sinyal politik yang signifikan di dalam negeri Amerika.

Suara dari Dalam Iran: Harapan di Tengah Kehancuran

Di tengah konflik, suara dari dalam Iran mulai muncul ke permukaan.

Seorang warga Iran, melalui jaringan VPN, menulis pesan yang menggambarkan kondisi psikologis masyarakat:

“Jika aku tidak lagi ada, aku akan pergi dengan tersenyum. Bagi kami, ini adalah penyelamatan, bukan perang.”

Dalam dua minggu terakhir (hingga 18 Maret 2026), korban jiwa dilaporkan mencapai hampir:

Sebagian korban sipil dilaporkan terjadi karena fasilitas militer yang berada di dekat kawasan permukiman.

Meski menghadapi ancaman dari pemerintah, sebagian masyarakat Iran tetap menunjukkan keberanian, dengan harapan terbentuknya negara yang lebih terbuka dan demokratis.

Peran Tiongkok: Netral di Permukaan, Aktif di Balik Layar

Di tengah konflik, keterlibatan Tiongkok menjadi sorotan.

Menurut berbagai sumber internal:

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun secara resmi bersikap netral, Tiongkok diduga tetap memberikan dukungan tidak langsung kepada Iran.

Strategi Global: Xi Jinping vs Donald Trump

Konflik ini juga menjadi arena persaingan strategi antara dua kekuatan besar dunia.

Menurut analisis:

Namun strategi tersebut dinilai berbalik arah.

Presiden Trump justru memanfaatkan konflik ini untuk:

Bahkan, pernyataan pejabat tinggi AS menegaskan bahwa kendali atas Selat Hormuz kini berada di tangan Amerika Serikat, bukan Iran.

NATO Retak, Jepang Mulai Bergerak

Upaya Amerika Serikat untuk melibatkan NATO tidak berjalan mulus.

Beberapa negara Eropa mengambil sikap berbeda:

Eropa cenderung berhati-hati, terutama karena tekanan domestik seperti isu imigrasi dan stabilitas ekonomi.

Sebaliknya, Jepang mulai mengambil langkah aktif dengan mempertimbangkan pengiriman pasukan—secara resmi untuk misi intelijen.

Peta Energi Dunia Mulai Dirombak

Di tengah konflik, Amerika Serikat juga bergerak cepat di sektor energi.

Baru-baru ini, AS menandatangani kesepakatan energi senilai 57 miliar dolar AS dengan negara-negara Asia-Pasifik.

Tujuannya:

Para analis menilai bahwa ini merupakan bagian dari strategi besar pascaperang.

“Dunia sedang memasuki fase pembagian ulang sumber daya. Siapa yang tidak terlibat, akan tertinggal,” ujar seorang analis energi internasional.

Kesimpulan: Dunia Mendekati Titik Balik

Perubahan sikap negara-negara Teluk, pergerakan militer besar-besaran, serta manuver kekuatan global menunjukkan bahwa konflik ini telah memasuki fase krusial.

Dengan Pulau Kharg sebagai titik strategis dan waktu yang semakin sempit, dunia kini menunggu satu hal:

Apakah ini benar-benar akhir dari konflik panjang—atau justru awal dari tatanan dunia yang baru? (***)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
China Petakan Dasar Laut Termasuk Perairan Indonesia, Ada Apa?
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
TNI Bangun Jembatan Garuda dan Gentengisasi di Jakarta Utara
• 2 jam laludisway.id
thumb
Aktivis KontraS Korban Penyiraman Air Keras Jalani Operasi Lanjutan di RSCM
• 2 jam laludetik.com
thumb
Penumpang di Bandara El Tari Kupang Melonjak 26 Persen Selama Lebaran
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KSP Ungkap Sebaran 104 Sekolah Rakyat Permanen, Terbanyak di Jawa
• 6 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.