Penulis: Riadatussholihah
TVRINews, Kabupaten Lombok Timur
Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menunjukkan tren positif pasca perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan ekonomi daerah ini bahkan melampaui rata-rata nasional.
Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menyatakan capaian tersebut tidak lepas dari berbagai intervensi pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Menurutnya, program bantuan sosial serta stimulus ekonomi berperan penting dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama setelah momen Lebaran.
"Aktivitas ekonomi meningkat signifikan, khususnya pada sektor perdagangan, konsumsi rumah tangga, dan usaha mikro kecil menengah," ujar Haerul Warisin, Rabu, 25 Maret 2026.
Pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan seperti paket sembako serta menjalankan program berkelanjutan, termasuk makan bergizi gratis. Program ini tidak hanya membantu masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga mendorong konsumsi bahan pangan lokal.
Dampaknya, permintaan terhadap sejumlah komoditas seperti beras, sayuran, dan telur mengalami peningkatan. Kondisi ini turut mendorong kenaikan harga hasil pertanian di tingkat petani, sehingga berdampak positif bagi pendapatan mereka.
Selain sektor pertanian, pelaku UMKM juga merasakan manfaat dari peningkatan aktivitas ekonomi. Produk olahan mereka terserap untuk mendukung berbagai program pemerintah tersebut.
Haerul Warisin menambahkan, pada triwulan pertama 2026, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lombok Timur mencapai sekitar 6 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di kisaran 5 persen.
"Stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga di tengah dinamika nasional. Ke depan, pemerintah daerah akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui penguatan pemberdayaan masyarakat dan peningkatan daya saing sektor unggulan," ucapnya.
Editor: Redaksi TVRINews





