DEPOK, KOMPAS.com - Lebaran tidak hanya identik dengan kumpul keluarga, shalat Idul Fitri, dan hidangan khas, tetapi juga tradisi yang lekat di masyarakat Indonesia, yakni pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada anak-anak.
THR yang diberikan kepada anak-anak, baik oleh keluarga maupun tetangga, sering kali menjadi momen yang menyenangkan sekaligus edukatif jika dipahami dengan tepat.
Baca juga: Kesalnya Warga Digetok Tarif Parkir Berdalih THR di Kembangan
Namun, bila tidak dibimbing dengan benar, tradisi ini bisa berubah maknanya menjadi sekadar aktivitas “berburu uang” bagi anak-anak.
Gloria Siagian, psikolog anak, menekankan pentingnya membekali anak-anak dengan pemahaman yang benar tentang THR.
Baca juga: Momen Lucu Mahalini Kegirangan Dapat THR dari Sule, sampai Lupa Rizky Febian
Menurutnya, tradisi memberikan uang kepada anak-anak bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan, sekaligus sarana edukasi keuangan jika dikelola dengan tepat.
“Sebenarnya kalau mau dibikin fun, uang THR ya fun juga sih ya buat anak-anak. Jadi mereka bisa kayak selain berkumpul keluarga, ada hal-hal yang menarik gitu yang terjadi di situ,” kata Gloria saat dihubungi Kompas.com Rabu (25/3/2026).
Ia mencontohkan bahwa budaya memberikan uang dalam momen tertentu bukanlah hal yang eksklusif untuk Lebaran.
“Kadang-kadang budaya ngasih uang itu kayak misalnya waktu Imlek gitu ya, kalau buat orang Chinese, atau kalau buat orang, kebetulan saya orang Batak gitu ya, kalau pas lagi acara, atau ada nortor” jelas Gloria.
Namun, hal yang paling penting, menurut Gloria, adalah anak-anak memahami bahwa pemberian THR bersifat sesekali dan bukan sebuah hak yang harus selalu diperoleh.
Jika pemberian THR berubah menjadi kewajiban atau anak-anak terbiasa meminta ke semua orang, maka orangtua perlu memberikan edukasi tambahan.
Dia menagtakan, pentingnya peran orangtua dalam mengajarkan nilai budaya dan etika kepada anak tidak bisa diabaikan.
Gloria juga menekankan bahwa anak-anak perlu memahami bahwa THR adalah bagian dari tradisi dan silaturahmi, bukan hak mutlak.
“Supaya anak-anak benar-benar paham arti dari THR atau uang lebaran itu bukan keharusan gitu,” kata dia.
Menurut Gloria, tradisi ini bisa menjadi media edukasi nilai budaya, keuangan, dan etika bagi anak-anak.
Anak-anak belajar tentang berbagi, menghargai pemberian orang lain, dan memahami bahwa uang yang mereka terima bukan hak mutlak, melainkan bagian dari silaturahmi.





