Presiden Prabowo Percepat Program Sampah Jadi Energi di Kota Besar

tvrinews.com
17 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Alfin

TVRINews, Bogor

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan percepatan pengelolaan sampah menjadi ergi atau waste to energy (WTE) di sejumlah kota besar di Indonesia. Program ini diarahkan untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus memperkuat pasokan energi nasional.

Arahan tersebut disampaikan saat Presiden menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadi di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu.

Kepala Danantara Rosan Roeslani melaporkan perkembangan program WTE yang telah berjalan di berbagai daerah, terutama kota besar dan padat penduduk seperti DKI Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, dan Bali.


"Kepala Danantara Bapak Rosan Roeslani melaporkan perkembangan program waste to energy atau program pengelolaan sampah menjadi energi di seluruh Indonesia, khususnya yang berada di kota-kota besar dan padat penduduk, seperti DKI Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Bali, dan kota lainnya di Indonesia,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulis.

Teddy menjelaskan program WTE menjadi solusi strategis untuk mengatasi persoalan sampah yang selama ini belum tertangani optimal. Program ini juga mendukung penyediaan energi alternatif berkelanjutan.

Presiden menginginkan langkah cepat dan terintegrasi dari pemerintah pusat untuk menangani persoalan sampah di daerah. Timbunan sampah yang telah lama menjadi masalah ditargetkan segera dibersihkan dan dimanfaatkan sebagai sumber energi, terutama listrik.

"Presiden Prabowo menginginkan pemerintah pusat segera mengelola sampah-sampah yang telah lama tidak tertangani dengan baik di daerah untuk segera dibersihkan, dihilangkan, dan dimanfaatkan untuk menjadi energi, terutama energi listrik," kata Teddy.

Langkah ini menegaskan arah kebijakan pemerintah dalam membangun sistem pengelolaan sampah modern berbasis teknologi. Selain itu, kebijakan ini diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan sumber daya domestik yang ramah lingkungan.

Dengan pendekatan hilirisasi terintegrasi, program waste to energy diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong kota-kota di Indonesia menuju masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahlil Ungkap Arahan Prabowo Minta Pengelolaan SDA Utamakan Kepentingan Negara
• 8 jam laludetik.com
thumb
Kerugian Besar Liverpool Lepas Mohamed Salah
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Okupansi Kereta Arus Balik Capai 79 Persen, Tiket Tersisa 198.535 Kursi hingga 1 April
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Ide Oleh-Oleh Lebaran Anti Ribet tapi Tetap Berkesan-Gaya Hidup
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Diskon Tarif Tol 30 Mulai Besok dari GT Kalikangkung hingga Cikampek Utama
• 23 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.