VIVA –Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, dilaporkan terus mendorong Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk melanjutkan perang melawan Iran. Informasi ini diungkap oleh The New York Times dalam laporan yang dirilis pada 25 Maret, dengan mengutip sumber-sumber yang mendapat pengarahan dari pejabat Amerika.
Menurut laporan tersebut, dalam sepekan terakhir Mohammed bin Salman beberapa kali berbicara dengan Trump dan mendesaknya agar terus melanjutkan perang sampai pemerintahan di Iran benar-benar tumbang. Ia memandang Iran sebagai ancaman jangka panjang yang tidak akan hilang selama Republik Islam masih berdiri. Selain itu, ia juga meyakini Iran tetap berpotensi menyerang Arab Saudi serta mengganggu jalur pelayaran, bahkan setelah perang berakhir.
The New York Times juga menyebutkan bahwa bin Salman khawatir jika Iran menjadi negara yang gagal, dengan faksi-faksi militer yang tetap melancarkan serangan ke wilayah Saudi.
Secara terbuka, pemerintah Riyadh yang sudah berkali-kali menjadi sasaran serangan drone dan rudal dari Iran menyatakan menginginkan penyelesaian lewat jalur diplomasi.
Namun, menurut sumber-sumber tersebut, Mohammed bin Salman justru mendorong agar Amerika Serikat menyerang infrastruktur energi Iran untuk melemahkan rezim. Bahkan, ia disebut-sebut mendukung pengerahan pasukan darat AS guna menguasai lokasi-lokasi energi sekaligus menjatuhkan pemerintahan Iran.
Ia juga menyampaikan kepada Trump bahwa lonjakan harga minyak yang terjadi hanya bersifat sementara.
Kesadaran akan perlunya melemahkan kemampuan militer Iran lebih jauh tampaknya cukup luas. Seorang pejabat senior dari kawasan Teluk mengatakan kepada The Times of Israel pekan lalu bahwa sejumlah negara Teluk, termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, sedang mempertimbangkan untuk bergabung dengan Amerika Serikat dan Israel dalam melakukan serangan terhadap Iran.





