Harga Emas Dunia Pulih, Naik 2 Persen saat Minyak Terkoreksi

viva.co.id
18 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Harga emas dunia pulih bersamaan penurunan harga minyak global seiring meredakan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi yang berkepanjangan. Sentimen ini muncul di tengah laporan bahwa Amerika Serikat (AS) tengah mengupayakan proposal perdamaian ke Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Harga emas spot tercatat naik hampir 2 persen menjadi US$4.551,50 atau setara Rp 76,65 juta (estimasi kurs Rp 16.840 per dolar AS) per troy ons pada sesi perdagangan Rabu, 25 Maret 2026. Sementara itu, emas berjangka untuk pengiriman April melonjak lebih dari 3 persen ke level US$4.565,60 atau sekitar Rp 76,89 per troy ons.

Baca Juga :
Bursa Asia Kinclong Respons Klaim Trump Soal Sinyal Damai AS-Iran
Terungkap! Isi Percakapan Trump-Netanyahu 48 Jam Sebelum Khamenei Tewas

Penguatan emas terjadi seiring meredanya ketegangan pasar energi. Harga minyak yang sebelumnya melonjak akibat konflik kawasan mulai terkoreksi, sehingga mengurangi kekhawatiran inflasi global yang selama ini menjadi pendorong volatilitas pasar.

Presiden AS, Donald Trump, mengklaim negaranya tengah melakukan negosiasi dengan Iran. Ia bahkan menyebut Teheran menunjukkan sinyal positif untuk mencapai kesepakatan damai.

Presiden AS Donald Trump (kiri), Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei (Kanan)
Photo :
  • NDTV

“Mereka sedang berbicara dengan kami, dan mereka berbicara dengan masuk akal,” ujar Trump dalam pernyataannya di Oval Office dikutip dari CNBC Internasional, Kamis, 26 Maret 2026. 

Trump juga memutuskan untuk menahan rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran karena proses negosiasi tersebut. “Saya memutuskan untuk mundur dari ancaman serangan karena fakta bahwa kami sedang bernegosiasi,” katanya.

Namun, Iran menepis adanya diskusi perdamaian dengan Washington. 

“Seperti yang selalu kami katakan... tidak akan ada kesepakatan dengan Anda. Tidak sekarang. Tidak akan pernah,” tegas Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaqari.

Pemerintah Teheran mengonfirmasi akan tetap membuka jalur Selat Hormuz bagi kapal-kapal non-hostile. Jalur ini merupakan rute vital pengiriman minyak dunia yang sempat terganggu selama hampir empat minggu sejak konflik pecah.

“Kapalkapal non-hostile yang tidak terlibat dalam operasi agresif terhadap Iran dan mematuhi aturan keselamatan dapat melintas dengan aman melalui Selat Hormuz,” tulis pemerintah Iran dalam pernyataan resminya.

Co-head Riset Komoditas Global Goldman Sachs, Daan Struyven, mengatakan kenaikan ekspektasi suku bunga dan volatilitas pasar menjadi faktor utama yang menekan harga emas sebelumnya.
Ia menambahkan, kenaikan ekspektasi suku bunga turut menekan permintaan investor, terutama melalui ETF berbasis emas yang sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga.

Baca Juga :
Trump Klaim Kontak dengan Petinggi Iran di Tengah Jeda Serangan 5 Hari, Siapa Dia?
Trump Sebut Dirinya dan Pemimpin Iran Bisa Berbagi Kendali Selat Hormuz
Harga Emas Pulih Usai Iran Bantah Lakukan Diskusi dengan Trump

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lonjakan Wisatawan Lebaran 1447 H Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kepulauan Seribu
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Samsung Boyong Awesome Intelligence ke Galaxy A Series: AI Canggih Kini Lebih Inklusif
• 9 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Patung “Buddha Tanpa Kata” Viral dan Hidupkan Kembali Seni Porselen Klasik China
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Rico Waas Pimpin Apel Pasca Idul Fitri 1447 H, Ajak ASN 'Tancap Gas' Bangun Kota dan Tingkatan Pelayanan
• 22 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Bahlil Ungkap Arahan Prabowo Minta Pengelolaan SDA Utamakan Kepentingan Negara
• 10 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.