Bisnis.com, BANDUNG — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mengerahkan 1.025 personel untuk menangani tumpukan sampah di 71 titik pascalibur Lebaran 2026, setelah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sarimukti kembali beroperasi.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung Salman Faruq mengatakan, pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti kembali berjalan sejak H+2 Lebaran. Kondisi ini membuat penanganan sampah di tingkat tempat penampungan sementara (TPS) dan ruas jalan kembali dilakukan.
“H+2 kemarin sebetulnya kami sudah mulai bisa mengirimkan lagi sampah ke Sarimukti. Alhamdulillah, jadi penanganan di TPS-TPS dan di rute jalan sudah mulai bisa dilakukan kembali,” ujar Salman, Rabu (25/3/2026).
Dia menjelaskan, TPA Sarimukti sempat tidak menerima kiriman sampah pada Hari H Lebaran dan H+1 karena libur operasional. Kondisi tersebut menyebabkan pengangkutan sampah sempat tertahan di sejumlah titik.
“Pada saat Hari H itu TPA tutup, kemudian H+1 karena hari Minggu memang tidak menerima kiriman sampah. Baru pada H+2 kami sudah bisa kirim kembali ke Sarimukti,” jelasnya.
Untuk mempercepat penanganan, DLH mengerahkan 1.025 personel yang terdiri atas 619 petugas penyapu dan 406 petugas angkutan. Mereka didukung 134 unit armada, yakni 66 truk, 7 pikap, 57 motor sampah, 2 road sweeper, dan 2 alat berat.
Baca Juga
- Hore, Pemprov Jabar Terapkan WFA dan WFH Hingga 27 Maret 2026
- Cirebon Disasar, Pemerintah Pusat Perketat Jalur Migrasi Pekerja
- Tiket Cuma Rp5.000, Okupansi KA Siliwangi Tembus 201% Saat Lebaran
Penanganan difokuskan pada 71 titik pantau di seluruh Kota Bandung, terutama di kawasan dengan aktivitas tinggi seperti pusat kota, destinasi wisata, pasar, dan ruas jalan utama. Selain itu, DLH juga melakukan pemantauan aktif di 66 titik strategis, termasuk Alun-alun, Braga, Gasibu, dan Asia Afrika.
“Secara visual memang ada peningkatan karena kunjungan wisatawan ke pusat kota cukup tinggi. Kami lihat di Asia Afrika dan Braga sampai malam masih ramai,” kata Salman.
Meski begitu, dia mengakui penanganan sampah pada H+2 belum sepenuhnya tuntas. Keterbatasan kuota pengiriman ke TPA Sarimukti membuat tidak semua TPS bisa langsung dibersihkan secara menyeluruh.
“Memang belum seluruh TPS itu 'clear'. Tetapi yang penting tidak meluber ke jalan, tidak mengganggu lalu lintas. Jadi kami kendalikan supaya tetap aman,” ujarnya.
DLH juga menurunkan tim taktis berjumlah 25 personel untuk menangani titik-titik dengan potensi penumpukan tinggi. Penanganan sampah turut diperkuat oleh personel Gaslah dan Gober yang mulai kembali beroperasi di sejumlah wilayah.
“Beberapa kecamatan sudah mulai berjalan sesuai target pengumpulan sampah organik oleh Gaslah. Mudah-mudahan segera optimal, karena ini masih suasana Lebaran,” katanya.
Di sisi lain, fasilitas pengolahan sampah juga mulai kembali beroperasi. Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Babakan Siliwangi dan fasilitas pengolahan di Gedebage telah kembali menerima sampah.
“Di Gedebage sudah menerima input hampir 8 ton. Ini cukup positif karena pengolahan juga sudah berjalan kembali,” ungkapnya.
Pengolahan di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) dan TPS skala lingkungan yang dikelola kewilayahan maupun kelompok swadaya masyarakat (KSM) juga mulai kembali optimal untuk membantu mengurangi beban pengangkutan ke TPA.
DLH pun mulai mengalihkan fokus penanganan ke titik-titik pembuangan liar yang muncul selama periode Lebaran.
“Kami akan menyisir titik-titik yang tiba-tiba jadi tempat buang sampah liar. Kalau dibiarkan, itu akan memicu timbulan sampah yang lebih besar,” jelas Salman.
Menurut DLH, volume sampah pada malam Lebaran mencapai 438 meter kubik atau setara 208 ton, meningkat sekitar 2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, penanganan sampah dari H-1 hingga H+2 mencakup 263 titik pantau dengan dukungan 2.266 personel dan 423 armada. Rinciannya, pada H-1 terdapat 66 titik pantau dengan 926 personel dan 127 armada, Hari H sebanyak 17 titik dengan 200 personel dan 47 armada, H+1 sebanyak 108 titik dengan 445 personel dan 115 armada, serta H+2 sebanyak 71 titik dengan 1.025 personel dan 134 armada.
Dengan kembali normalnya pengangkutan ke TPA Sarimukti serta dukungan fasilitas pengolahan dan personel lapangan, DLH optimistis kondisi kebersihan Kota Bandung akan berangsur membaik pascaperayaan Idulfitri.





