dr. Byanca Lauwardi Bongkar Cara Lawan Hoaks Kesehatan di Medsos

tabloidbintang.com
10 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Nama dr. Byanca Lauwardi belakangan makin mencuri perhatian di dunia kesehatan digital. 

Bukan tanpa alasan, dokter muda ini aktif mengedukasi masyarakat lewat media sosial dengan gaya yang ringan, relatable, dan pastinya mudah dipahami.

Di tengah maraknya hoaks kesehatan yang berseliweran di internet, dr. Byanca justru hadir sebagai “penyeimbang”. 

Lewat akun TikTok dan Instagram miliknya yang sudah diikuti ratusan ribu akun, ia rutin membagikan informasi medis berbasis fakta, mulai dari tips hidup sehat, pentingnya deteksi dini, hingga edukasi penyakit yang sering dianggap sepele.

Keahlian Khusus “Menerjemahkan” Istilah Medis

Perjalanan dr. Byanca sendiri dimulai sejak 2019 saat menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Kristen Krida Wacana.

Sejak masa kuliah, ia sudah aktif sebagai pembicara di berbagai forum mahasiswa dan mulai menaruh minat pada komunikasi publik di bidang kesehatan.

Kemampuannya dalam menyampaikan informasi pun tidak main-main. Ia berhasil meraih predikat sebagai lulusan dengan Poin Soft Skill Terbaik serta IPK Profesi Dokter Terbaik. 

Tidak heran kalau konten yang ia buat selalu terasa “ngena”, ilmiah tapi tetap gampang dicerna, bahkan oleh orang awam sekalipun.

Menariknya, dr. Byanca juga punya keahlian khusus dalam “menerjemahkan” istilah medis yang rumit jadi bahasa sehari-hari. 

Hal ini membuat edukasi yang ia sampaikan terasa lebih dekat, terutama bagi generasi muda yang jadi mayoritas pengguna media sosial.

Suarakan Edukasi Kesehatan di Medsos

Tidak hanya itu, ia juga kerap terlibat dalam berbagai forum diskusi kesehatan nasional sebagai pembicara. 

Perannya dinilai penting karena mampu menjembatani dunia medis yang cenderung formal dengan gaya komunikasi media sosial yang cepat dan dinamis.

Soal kredibilitas? Tidak perlu diragukan lagi. dr. Byanca telah mengantongi sertifikasi seperti Advanced Cardiovascular Life Support (ACLS) dan Basic Life Support (BLS). Ia juga selalu memastikan setiap kontennya tetap sesuai standar medis yang berlaku.

Lewat pendekatan visual yang menarik dan interaktif—seperti sesi tanya jawab langsung—dr. Byanca berhasil mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan mereka. 

Bahkan, cara ini terbukti efektif dalam menekan penyebaran informasi kesehatan yang keliru.

"Ke depannya, saya berharap bisa terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan di Indonesia, terutama di era digital yang serba cepat," Harapan dr. Byanca.

"Saya juga ingin menginspirasi lebih banyak tenaga medis muda untuk ikut aktif menyuarakan edukasi kesehatan di media sosial," sambungnya mengajak. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Berhari-hari Menghilang, Dua Pria di Brebes Ditemukan Tewas di Atap Masjid
• 4 menit lalukompas.id
thumb
Pemerintah: Anggaran Pendidikan Tak Dikurangi, Justru Diperkuat Lewat Revitalisasi Sekolah
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diproyeksi pada 28–29 Maret 2026, Pemerintah Wanti-wanti Ini
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
300 Ribu Kendaraan Melintas, Jalur Pantura Brebes Terpantau Ramai Lancar
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sinyal Dividen Jumbo BBRI: Bersiap Gelontorkan Rp 52 T, Per Saham Dapat Rp 206
• 12 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.