Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra Tito Karnavian mengatakan sebanyak 38 dari 52 kabupaten/kota terdampak bencana di tiga provinsi kini telah kembali ke kondisi normal.
Wilayah tersebut tersebar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang sebelumnya terdampak banjir bandang dan tanah longsor.
"Kalau ditotal, dari 52 kabupaten/kota yang terdampak, 38 di antaranya sudah kembali normal," ujar Tito dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Kamis, 26 Maret 2026.
Dengan capaian tersebut, sekitar 73 persen wilayah terdampak dinilai telah pulih dan mampu menjalankan aktivitas masyarakat secara fungsional.
Tito menjelaskan penilaian status normal dilakukan berdasarkan lima indikator utama, yakni kelancaran penyelenggaraan pemerintahan, layanan publik yang kembali berjalan, akses jalan yang dapat dilalui, aktivitas ekonomi masyarakat yang pulih, serta rumah ibadah yang sudah bisa difungsikan.
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan dan koordinasi dengan pemerintah daerah, 38 wilayah yang telah pulih terdiri dari 13 kabupaten/kota di Sumatra Barat, 10 di Aceh, dan 15 di Sumatra Utara.
Sementara itu, terdapat tiga daerah yang saat ini berstatus mendekati normal, yakni Kabupaten Tanah Datar di Sumatra Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan di Sumatra Utara, serta Kabupaten Bener Meriah di Aceh.
"Di Bener Meriah sebenarnya mendekati normal, namun di sana masih ada masalah. Itu pasti kami akan berikan perhatian," kata Tito.
Di sisi lain, pemerintah masih memfokuskan upaya pemulihan di 11 kabupaten/kota yang mengalami kerusakan lebih berat.
Beberapa wilayah seperti Kabupaten Aceh Utara, Aceh Timur, dan Pidie Jaya masih menghadapi persoalan genangan lumpur di fasilitas penting serta kerusakan akses jalan desa dan kabupaten.
Selain itu, pemulihan juga dilakukan di Kabupaten Tapanuli Tengah melalui pembangunan sabo dam guna mengendalikan aliran sungai dan mencegah risiko bencana lanjutan.
"Jadi ada 11 kabupaten/kota yang kita akan fokus untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di situ," ucap Tito.
Editor: Redaktur TVRINews





