JAKARTA, KOMPAS.com- Usai libur panjang Lebaran, kembali bangun pagi menjadi tantangan tersendiri bagi para pekerja.
Perubahan pola tidur selama masa libur membuat banyak orang harus memutar otak agar bisa kembali bangun pagi tepat waktu.
Berbagai siasat pun dilakukan, mulai dari memasang banyak alarm hingga meminta bantuan orang terdekat untuk memastikan tidak kesiangan.
Baca juga: Para Pekerja Kembali Hadapi Realita di Peron KRL Sambil Melawan Kantuk
Clara Puspita Ningrum (27), seorang karyawan swasta di Jakarta, mengaku harus berjuang ekstra keras untuk bisa bangun pagi di hari pertama kerja.
Selama libur Lebaran, ia terbiasa tidur larut malam karena berkumpul bersama keluarga.
“Selama libur itu tidurnya berantakan banget, bisa jam satu atau dua malam baru tidur. Jadi pas harus bangun pagi lagi rasanya berat, badan masih pengin istirahat,” ujar Clara saat ditemui di Stasiun Bogor, Kamis (26/3/2026).
Baca juga: Stasiun Tanah Abang Kembali Normal, Penumpang Membludak di Semua Peron
Agar tidak terlambat, Clara menyiasatinya dengan memasang banyak alarm sekaligus di ponselnya.
Ia bahkan mengatur alarm dengan jarak waktu yang berdekatan agar tidak kebablasan.
“Tadi saya setel alarm dari jam 04.30, terus 04.45, 05.00, sampai 05.30. Jadi hampir tiap 10-15 menit bunyi. Belasan alarm bisa, soalnya kalau cuma satu alarm, pasti dimatiin terus lanjut tidur lagi,” katanya.
Dia juga menaruh ponselnya jauh dari tempat tidur agar terpaksa bangun untuk mematikannya.
Hal serupa dirasakan Sigit Vikarel (32), pekerja lainnya yang juga harus kembali beraktivitas ke Jakarta.
Ia mengaku tidak sepenuhnya percaya pada alarm, karena sering kali tetap tertidur setelah mematikannya.
"Alarm itu kadang cuma buat kasih bunyi, pas nyala dimatiin, habis itu tidur lagi. Jadi saya enggak berani cuma mengandalkan alarm,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi hal itu, Sigit meminta bantuan orangtuanya agar ikut membangunkannya di pagi hari.
“Sudah pasang alarm juga, tapi tetap minta dibangunin sama ibu- bapak. Jadi ada backup-nya. Kalau orangtua udah gedor-gedor pintu baru bangun,” katanya sambil tertawa.