Analis Militer: Iran akan Invasi UEA dan Bahrain Jika AS Lakukan Kesalahan

republika.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Ahli keamanan nasional Iran, Morteza Simiyari dalam wawancaranya dengan salah satu stasiun televisi IRIB mengatakan, Iran "sangat siap" untuk menginvasi dua negara tetangga "Jika Amerika membuat kesalahan di kawasan". Dilansir Mirror, Kamis (26/3/2026), Simiyari mengatakan, Angkatan Bersenjata Iran memiliki kemampuan melancarkan invasi pesisir Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain.

Simiyari juga membantah laporan yang menyebutkan bahwa aset keuangan Iran telah ditarik dari UEA. "Ini bertujuan untuk menekan Iran dan melancarkan perang psikologis," kata Simyari Selasa (24/3/2026).

Baca Juga
  • Iran Mulai Terapkan Tarif Tol 2 Juta Dolar AS Per Kapal Tanker, Bisa Kaya Raya dari Selat Hormuz
  • Proposal Gencatan Senjata AS Ditolak Mentah-Mentah oleh Iran
  • Didukung Negara Teluk, AS dan Israel Dituding Ingin Duduki Salah Satu Pulau di Iran

Simiyari mengingatkan bahwa jika aset-aset Iran dipindahkan dari UEA, Teheran akan menargetkan semua pusat finansial dan bank di negara itu. "Kami sangat serius terhadap pejabat UEA karena kerja sama mereka dengan AS," kata Simiyari.

Iran pada Rabu (25/3/2026) menolak rencana Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan sementara perang sembari terus melancarkan serangan ke Israel dan negara-negara Teluk. Salah satu serangan menargetkan sebuah depot minyak di Bandara Internasional Kuwait memicu kebakaran.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Keteguhan Iran untuk menolak proposal gencatan senjata AS juga bersamaan dengan serangan udara Israel terhadap Teheran, sementara AS mengirim pasukan dari Angkatan Udara dan marinir ke kawasan Timur Tengah. Dalam wawancara dengan televisi Iran dilansir Associated Press, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa pemerintahannya tidak terlibat dalam pembicaraan mengakhiri perang, "dan kami tidak merencanakan negosiasi apapun."

Pernyataan Araghchi tak lama setelah salah satu pembaca berita di salah satu stasiun TV Iran mengutip seorang sumber pejabat yang mengatakan bahwa Iran menolak proposal gencatan senjata dari AS. Iran menurut presenter TV itu, memiliki tuntutan tersendiri untuk mengakhiri perang.

Sebelumnya, dua pejabat dari Pakistan yang meneruskan proposal AS ke Iran, menggambarkan 15 poin yang di antaranya adalah pencabutan sanksi, penghapusan progran nuklir, pembatasan program rudal, dan pembukaan kembali Selat Hormuz. Sementara, seorang pejabat dari Mesir yang terlibat dalam upaya mediasi mengatakan, proposal AS juga meminta Iran membatasi dukungan terhadap kelompok bersenjata di kawasan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polri: Semua Anggota Masih di Lapangan Antisipasi Arus Balik Kedua
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Imbas Akui Dapat Intensif Rp6 Juta Per Hari, Dapur MBG Hendrik Irawan Ditutup
• 1 jam lalucumicumi.com
thumb
Foto: yang Tersisa dari Kebakaran di Pasar Segiri, Samarinda
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Saudi Sebut Iran Langgar Hukum Internasional, Singgung Resolusi PBB
• 3 jam laludetik.com
thumb
Libur Lebaran Bawa Berkah! Noah Sadaoui Sebut Dewa United Siap Bangkit di Super League
• 21 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.