JAKARTA, KOMPAS.com - Viral di media sosial video dua wanita melawan usai diduga menjadi korban pelecehan seksual di dalam gerbong Kereta Rel Listrik (KRL).
Dilansir dari unggahan video akun Instagram @enjoyjakarta, terlihat dua perempuan sedang mengonfrontasi seorang pria terduga pelaku pelecehan seksual.
Baca juga: Dosen Unpam Bantah Lecehkan Penumpang KRL, Kuasa Hukum: Kereta Lagi Penuh
"Berani melawan! Dua perempuan jadi korban pelecehan di KRL, pelaku dihajar korban" demikian tulis keterangan pada unggahan tersebut.
Dalam video terlihat keduanya bertanya kepada pria berjaket merah apa yang dilakukanya dengan ponsel miliknya.
Baca juga: Dosen Unpam Bantah Lecehkan Penumpang KRL: Nama Baik dan Kredibilitas Saya Tercemar!
Kedua wanita tersebut juga meminta penjelasan apakah benar pria itu merekam video dan mengambil foto mereka di dalam KRL.
Pria itu mengelak dan akhirnya dibawa petugas KRL ke pos keamanan. Sesampai pos keamanan, pria berjaket merah diinterogasi.
Ia akhirnya mengaku mengambil foto kedua perempuan di dalam KRL.
Saat ditanya tujuan mengambil foto, pria tersebut mengaku hanya untuk dokumentasi.
Pria itu juga membantah melakukan dugaan pelecehan seksual karena dia merasa tidak melakukan sentuhan fisik kepada kedua perempuan.
Keterangan dalam video menyebutkan bahwa peristiwa terjadi di gerbong KRL perjalanan rute Manggarai-Duri.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan membenarkan kejadian tersebut.
Peristiwa terjadi pukul 22.25 WIB pada Senin (23/3/2026) di Commuter Line No. 5187B jurusan Cikarang - Angke.
"Kejadian bermula karena adanya dugaan korban yang merasa dirinya dipotret oleh pengguna lain di kereta ketiga dari depan keberangkatan Stasiun Manggarai,” ujar Leza dalam keterangan tertulis yang dikonfirmasi Kompas.com, Kamis.
Merasa dipotret tanpa izin, kedua wanita tersebut melaporkan kejadian itu kepada petugas di atas kereta (Walka).
Untuk mengamankan terduga pelaku, petugas Walka berkoordinasi dengan petugas di stasiun untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.
Setelah mendapat keterangan dari kedua belah pihak, KAI Commuter melakukan pendampingan korban untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Jakarta Barat.
KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pengguna Commuter Line untuk saling menghargai satu sama lain demi kenyamanan bersama dengan tidak melakukan pelanggaran privasi pengguna lain.
KAI Commuter tidak menoleransi setiap tindakan yang mengganggu kenyamanan selama ber-commuter.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




