TEHERAN, KOMPAS.TV - Iran bereaksi atas laporan intelijen yang mengatakan musuh mereka akan menduduki pulaunya dengan bantuan negara di kawasan Teluk.
Namun, tak disebutkan negara di kawasan itu yang akan memberikan bantuan kepada musuh Iran.
Pemimpin Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf pada Rabu (25/3/2026) akan membuat pelakunya bakal menjadi target serangan.
Baca Juga: AS-Israel Cabut Ghalibaf dan Araghchi dari Daftar Target, Gegara Bakal Dijadikan Pemimpin Iran?
Serangan Iran kali ini akan menyasar infrastruktur vital dari negara kawasan yang membantu operasi tersebut.
Namun, Ghalibaf tidak menyebutkan negara mana yang dimaksudkannya.
“Pasukan Iran memantau pergerakan musuh, dan jika mereka mengambil langkah apa pun, kami akan menyerang infrastruktur vital di negara regional tersebut dengan serangan terus-menerus dan tanpa henti,” kata Ghalibaf di media sosial dikutip dari Al-Jazeera.
Peringatan Ghalibaf muncul setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melanjutkan klaimnya tengah bernegosiasi dengan Iran untuk mengakhiri perang.
Pihak Teheran telah membantah klaim yang diembuskan oleh Trump tersebut.
Sekretaris Gedung Putih, Karoline Leavitt pada Rabu mengatakan Iran harus menerima kekalahan.
Penulis : Haryo Jati Editor : Deni-Muliya
Sumber : Al-Jazeera
- iran
- kawasan teluk
- musuh iran
- mohammad bagher ghalibaf
- target serangan





