FAJAR, JAKARTA – Sorotan media asing tertuju pada Veda Ega Pratama. Bahkan takjub. Di usia yang baru 17 tahun, pembalap muda Indonesia itu dinilai berhasil membangkitkan kembali gairah balap motor Asia yang sempat redup.
Penampilan konsisten Veda di Moto3 2026 sejak dua seri awal langsung mencuri perhatian. Ia membuka musim dengan finis di posisi kelima pada seri Thailand, lalu melanjutkan tren positif dengan meraih podium ketiga di seri Brasil.
Hasil tersebut membuatnya berada di peringkat 3 klasemen sementara dengan 27 poin. Ini tak hanya mengukuhkan potensinya, tetapi juga menegaskan kematangannya di level kompetisi tertinggi.
Pencapaian itu terasa semakin spesial karena Moto3 2026 merupakan musim debutnya di ajang grand prix. Meski masih sangat muda, Veda mampu tampil tenang dan kompetitif, kualitas yang biasanya dimiliki pembalap dengan jam terbang tinggi.
Momen paling bersejarah terjadi saat ia naik podium di Sirkuit Ayrton Senna. Hasil tersebut menjadikan Veda sebagai pembalap Indonesia pertama yang berhasil meraih podium di ajang balap motor grand prix dunia.
Performa gemilang ini mendapat perhatian luas dari media internasional. ESPN MotoGP bahkan menyebut kehadiran Veda sebagai simbol kebangkitan pembalap Asia di kancah global.
“Veda Pratama muncul di Moto3 dan langsung membangkitkan antusiasme, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh Asia, yang lama menantikan pembalap yang mampu bersaing di level tertinggi,” tulis ESPN dalam laporannya.
Pada seri Brasil, Veda bahkan mencatatkan diri sebagai pembalap Asia dengan hasil terbaik di seluruh kelas, mulai dari Moto3 hingga MotoGP. Tak ada pembalap Asia lain yang mampu melampaui pencapaiannya pada akhir pekan tersebut.
Di bawah Veda, pembalap Jepang Ai Ogura finis di posisi kelima kelas MotoGP, sementara wakil Malaysia Hakim Danish menempati posisi ke-10 di Moto3.
Hasil ini semakin menegaskan bahwa kehadiran Veda Ega Pratama membawa angin segar bagi dunia balap motor Asia. Di tengah dominasi pembalap Eropa, munculnya talenta muda dari Indonesia memberikan harapan baru akan kebangkitan kawasan Asia di pentas balap dunia. (*)





