JAKARTA, KOMPAS.TV - Ancaman kemarau panjang akibat fenomena “Godzilla El Nino” mulai direspons serius pemerintah.
Di tengah potensi kekeringan yang dapat mengganggu produksi pangan nasional, pemerintah memperkuat cadangan pangan dalam jumlah besar untuk memastikan pasokan tetap aman dan harga tidak melonjak.
Melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas), pemerintah menegaskan bahwa Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) menjadi instrumen utama dalam menghadapi dampak El Nino 2026.
Baca Juga: Godzilla El Nino Hantam Indonesia Mulai April 2026, Ini Dampak Serius yang Mengintai
Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap risiko turunnya produksi pertanian akibat musim kemarau yang diprediksi lebih panjang dan kering.
Fenomena El Nino kuat yang diperkirakan mulai April 2026 akan diperkuat oleh Indian Ocean Dipole (IOD) positif.
Kombinasi keduanya berpotensi menekan curah hujan di Indonesia, sebagaimana telah diperingatkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dampaknya, sejumlah wilayah terutama di selatan Indonesia berisiko mengalami kekeringan yang berdampak langsung pada sektor pertanian.
Menghadapi situasi tersebut, pemerintah memperkuat stok pangan strategis agar dapat segera digunakan saat terjadi gangguan pasokan.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa menegaskan, penguatan CPP dilakukan untuk memastikan intervensi dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.
“Adanya prediksi Godzilla El Nino telah menjadi perhatian pemerintah. Kami, sesuai arahan Kepala Bapanas Bapak Andi Amran Sulaiman, memastikan ketahanan stok CPP (cadangan pangan pemerintah) terus diperkuat agar nanti saat diperlukan, bisa segera disalurkan untuk membantu masyarakat,” ujar Ketut, Rabu (25/3/2026), dikutip dari Antara.
Berdasarkan laporan per 25 Maret 2026, stok pangan nasional dalam kondisi memadai.
Komoditas beras sebagai komponen utama CPP tercatat mencapai 4,08 juta ton.
Angka ini meningkat signifikan sebesar 77,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di level 2,29 juta ton.
Baca Juga: BMKG: Hujan Menengah Dominasi Indonesia Akhir Maret 2026, Nihil Status Awas tapi Tetap Waspada
Kenaikan stok ini tidak lepas dari optimalisasi penyerapan produksi dalam negeri. Hingga awal 2026, realisasi penyerapan setara beras telah mencapai 1,24 juta ton.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan tanpa bergantung pada impor.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- Godzilla El Nino 2026
- El Nino 2026 Indonesia
- kemarau panjang 2026
- stok beras 4 juta ton
- cadangan pangan pemerintah
- dampak El Nino Indonesia





