Mengapa IKN Menjadi Magnet Baru Kunjungan Wisata?

kompas.id
7 jam lalu
Cover Berita

Apa yang dapat Anda pelajari dari artikel ini? 

1.      Bagaimana tingkat kunjungan wisatawan ke IKN selama libur Lebaran tahun ini?

2.      Mengapa IKN sekarang menjadi tujuan wisata?

3.      Destinasi apa saja yang dapat dikunjungi di IKN dan sekitarnya?

4.      Seberapa mudah akses masuk lokasi IKN?

5.      Apa harapan masyarakat atas keberadaan IKN bagi perekonomian lokal?

Bagaimana tingkat kunjungan wisatawan ke IKN selama libur Lebaran tahun ini?

Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) mengalami lonjakan kunjungan signifikan selama libur Lebaran 2026. Hingga 24 Maret 2026, tercatat 30.544 kendaraan masuk ke kawasan IKN dengan total pengunjung mencapai 143.126 orang. Angka ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk melihat langsung perkembangan ibu kota baru.

Kunjungan tidak hanya berasal dari wilayah Kalimantan Timur, tetapi juga dari sejumlah daerah lain di Indonesia. Bahkan, terdapat pula wisatawan mancanegara yang tengah berada di Kalimantan dan menyempatkan diri mengunjungi IKN. Fenomena ini menandai perubahan fungsi kawasan yang sebelumnya tertutup selama masa konstruksi menjadi ruang publik yang mulai terbuka dan diminati.

Lonjakan ini juga menunjukkan bahwa IKN mulai dipersepsikan bukan hanya proyek pembangunan nasional, melainkan juga destinasi wisata baru yang menawarkan pengalaman baru—mengunjungi pusat pemerintahan masa depan sekaligus menikmati ruang terbuka modern.

Baca JugaTembus 140.000 Pengunjung, IKN Jadi Destinasi Wisata Baru Selama Libur Lebaran
Mengapa IKN sekarang menjadi tujuan wisata?

IKN menjadi magnet baru wisata karena kombinasi antara rasa ingin tahu publik, terbukanya akses, serta pengalaman yang ditawarkan. Setelah bertahun-tahun berselimut debu pembangunan konstruksi, kini pembukaan kunjungan saat libur Lebaran memberikan kesempatan berharga bagi masyarakat. Publik akhirnya berkesempatan melihat langsung progres pembangunan ibu kota baru Indonesia.

Selain itu, IKN tidak hanya dirancang sebagai pusat birokrasi, tetapi juga sebagai ruang publik. Kehadiran Plaza Seremoni, taman kota, jalur hijau, hingga fasilitas rekreasi membuat kawasan ini terasa ramah bagi pengunjung. Konsep kota modern yang berpadu dengan alam juga menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi masyarakat yang ingin merasakan suasana kota masa depan yang berkelanjutan.

Faktor lain adalah kemudahan akses dan pengelolaan kunjungan yang terorganisasi, seperti penggunaan bus listrik dan sistem registrasi digital. Hal ini memberikan pengalaman wisata yang berbeda dibandingkan destinasi lain.

Momen libur Lebaran turut mendorong masyarakat untuk mencari destinasi baru. IKN hadir sebagai pilihan yang menarik sekaligus simbol perubahan nasional.

Baca JugaSetelah Kunjungan Presiden, Target Pembangunan IKN Jadi Ibu Kota Politik pada 2028
Destinasi apa saja yang dapat dikunjungi di IKN dan sekitarnya?

Di dalam kawasan IKN, sejumlah destinasi menjadi daya tarik utama. Halaman Istana Garuda menjadi ikon yang paling banyak dikunjungi. Di sekitarnya terdapat Plaza Seremoni yang berfungsi sebagai ruang publik dengan berbagai fasilitas, seperti sentra kuliner UMKM, kafe, dan area rekreasi.

Plaza ini juga dilengkapi dengan danau, miniamfiteater, jalur susur hutan (forest trail), galeri ritel, serta visitor center. Pengunjung dapat menikmati suasana alam yang berpadu dengan tata kota modern. Selain itu, terdapat Taman Kusuma Bangsa yang ditandai dengan patung Sayap Pelindung Nusantara dan api abadi sebagai simbol persatuan dan semangat bangsa.

Atraksi budaya juga tersedia di Panggung Nusantara Park yang pada waktu tertentu menampilkan pertunjukan musik dan tari. Untuk aktivitas rekreasi, tersedia permainan tradisional seperti egrang dan bakiak. Destinasi lain yang menarik adalah jembatan kaca, area glamping di perbukitan sekitar istana, serta embung yang menawarkan suasana tenang.

Di luar kawasan inti, potensi wisata juga berkembang di daerah sekitar. Desa wisata di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara menawarkan berbagai pengalaman lokal, mulai dari pantai, rumah adat, hingga inovasi energi terbarukan. Salah satu destinasi yang menarik adalah Goa Batu Tapak Raja di Kecamatan Sepaku. Goa ini memiliki stalaktit alami dan dilengkapi dengan wahana perahu, flying fox, serta taman ekoriparian yang dikelola masyarakat.

Baca JugaGoa Tapak Raja Geliatkan Pariwisata di Kawasan IKN
Seberapa mudah akses masuk lokasi IKN?

Akses menuju IKN selama libur Lebaran tergolong cukup mudah dengan berbagai pilihan moda transportasi. Pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi dapat memanfaatkan Jalan Tol IKN yang dibuka secara fungsional sepanjang 52,5 kilometer. Jalur ini memangkas waktu tempuh dari Balikpapan menjadi 1,5-2 jam, lebih cepat dibandingkan jalur biasa yang memakan waktu hingga 2,5-3 jam.

Selain itu, tersedia layanan bus rute Balikpapan-IKN dengan tarif Rp 43.000. Bus berangkat dari Terminal Batu Ampar, Pelabuhan Semayang, dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan. Layanan ini menjadi alternatif yang terjangkau bagi masyarakat.

Namun, untuk memasuki kawasan inti IKN, pengunjung tidak diperbolehkan membawa kendaraan pribadi secara langsung. Mereka harus berhenti di rest area atau titik kumpul, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan bus listrik yang telah disediakan. Sistem ini diterapkan untuk mengatur arus pengunjung, sekaligus memperkenalkan transportasi ramah lingkungan.

Sebelum berkunjung, masyarakat juga diwajibkan melakukan registrasi melalui aplikasi IKNOW, mulai dari pengisian data diri hingga mendapatkan kode batang sebagai tiket masuk. Setelah itu, pengunjung akan diarahkan oleh petugas untuk memasuki kawasan inti dengan tertib.

Baca JugaMudik Lebaran 2026, Tol IKN Dibuka Fungsional dan Digratiskan
Apa harapan masyarakat atas keberadaan IKN bagi perekonomian lokal?

Bagi masyarakat lokal, khususnya di Kecamatan Sepaku dan sekitarnya, kehadiran IKN membawa harapan besar terhadap peningkatan kesejahteraan. Selama ini, mereka hanya menjadi penonton pembangunan. Kini, dengan mulai dibukanya akses kunjungan, peluang ekonomi mulai terbuka.

Warga berharap IKN dapat mendorong pertumbuhan usaha lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Sektor pariwisata menjadi salah satu harapan utama, seiring meningkatnya jumlah pengunjung yang datang.

Pengembangan desa wisata di sekitar IKN juga menjadi indikator positif. Dengan bertambahnya jumlah desa wisata dan meningkatnya aktivitas kunjungan, masyarakat memiliki kesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan ekonomi, seperti penyediaan jasa wisata, kuliner, dan produk kerajinan.

Selain itu, masyarakat berharap pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kehidupan mereka. Harapan tersebut mencerminkan keinginan agar IKN benar-benar menjadi pusat pertumbuhan baru yang inklusif dan mampu meningkatkan kualitas hidup warga di sekitarnya.

Baca JugaMasjid Negara di IKN Digunakan untuk Shalat Id Perdana, Terbuka bagi Publik

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anggota DPR Wanti-wanti Hari WFH Tak Dekat Akhir Pekan
• 11 menit laludetik.com
thumb
Kembali Dipadati Pemudik, Terminal Tanjung Priok Hadapi Puncak Arus Balik 28 Maret 2026
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Rumor Transfer Dipatahkan! Vinicius Junior Tegaskan Masa Depannya Meski Kontrak Baru Belum Tuntas
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Jenderal Hoegeng Buang Semua Perabot Pemberian Orang Lain Seperti Barang Rongsokan
• 5 jam lalurealita.co
thumb
Krisis Energi Meluas, Negara-Negara Asia Ramai Terapkan WFH & Pembatasan BBM
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.