Harga Emas Global Stabil di Level Tinggi USD 4.500 per Troy Ons

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Harga emas global bergerak relatif stabil pada perdagangan Kamis (26/8) seiring pelaku pasar memilih bersikap hati-hati sambil menunggu kejelasan arah de-eskalasi konflik di Timur Tengah. Ketidakpastian geopolitik membuat investor menahan posisi, terutama dalam aset safe-haven seperti emas.

Mengutip Reuters, berdasarkan data pasar, harga emas spot tercatat stagnan di level USD 4.503,29 atau sekitar Rp 76,05 juta (kurs Rp 16.901 per dolar AS) per troy ons pada pukul 03.00 GMT. Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman April justru terkoreksi 1,2 persen ke posisi USD 4.500 per troy ons.

Di sisi lain, perkembangan dari Iran turut menjadi perhatian utama pasar. Pemerintah Iran menyatakan tengah mengevaluasi proposal dari Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik, meski menegaskan belum ada rencana untuk membuka perundingan guna menghentikan perang yang kian meluas.

AS sendiri dilaporkan telah mengajukan proposal gencatan senjata berisi 15 poin kepada Teheran pada awal pekan ini, melalui Pakistan.

"Dalam 24 hingga 48 jam ke depan (harga emas) hanya akan bereaksi terhadap berita utama tentang negosiasi," kata Kyle Rodda, Analis Pasar Keuangan Senior di Capital.com.

"Perubahan besar yang sesungguhnya mungkin akan terjadi pada awal minggu depan ketika menjadi lebih jelas apakah AS akan melancarkan invasi darat ke Iran selama akhir pekan,” tambahnya.

Tekanan terhadap harga emas juga datang dari lonjakan harga minyak mentah yang kembali menembus USD 100 per barel. Kenaikan ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap prospek konflik yang berkepanjangan, sekaligus memicu potensi lonjakan inflasi global.

Sejak serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai, Teheran dilaporkan membalas dengan menyerang negara-negara yang menampung pangkalan militer AS serta menutup Selat Hormuz, jalur vital yang mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Dari sisi kebijakan, pasar juga mulai mengubah ekspektasi terhadap langkah bank sentral AS. Berdasarkan FedWatch Tool dari CME Group, pelaku pasar kini tidak lagi memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve sepanjang tahun ini. Padahal, sebelum konflik memanas, ekspektasi mengarah pada setidaknya dua kali penurunan suku bunga.

Selain emas, harga logam mulia lainnya juga melemah. Perak spot turun tipis 0,1 persen ke USD 71,19 per ons. Platinum terkoreksi 0,7 persen menjadi USD 1.906,90, sedangkan paladium anjlok 1,4 persen ke posisi USD 1.404.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cetak Rekor Baru, Lagu APT Ros dan Bruno Mars Jadi K-Pop Tercepat Raih Triple Platinum
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Pemkot Bogor Siapkan WFH Sepekan Sekali untuk Hemat BBM
• 12 jam laludetik.com
thumb
Pemprov Kalimantan Selatan Mengembangkan Laboratorium Biologi Molekuler untuk Perkuat Deteksi Penyakit dan Skrining Kanker
• 54 detik lalupantau.com
thumb
Kembali ke Timnas Indonesia Setelah Absen 2 Tahun, Elkan Baggott: Saya Seperti Pemain Baru
• 2 jam lalubola.com
thumb
Kompromi Penahanan dan Runtuhnya Wibawa Penegakan Hukum Pasca-Kasus Gus Yaqut
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.